Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 11 Juni 2026 | 15.16 WIB

Rupiah Berpeluang Lanjutkan Penguatan, Kenaikan Suku Bunga BI jadi Sentimen Positif

Kenaikan suku bunga BI sebesar 25 bps jadi sentimen positif dari domestik untuk penguatan Rupiah, Kamis (11/6). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Kenaikan suku bunga BI sebesar 25 bps jadi sentimen positif dari domestik untuk penguatan Rupiah, Kamis (11/6). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS diperkirakan kembali menguat pada perdagangan Kamis (11/6) setelah menguat 144 poin pada perdagangan Rabu (10/6). Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan, pergerakan nilai tukar mata uang Rupiah terhadap Dollar AS masih akan bergerak fluktuatif karena sentimen eksternal maupun domestik.

"Untuk perdagangan Kamis (11/6) mata uang Rupiah fluktuatif namun ditutup menguat direntang Rp 17.900-Rp 18.950," ujar Ibrahim dalam keterangan yang diterima, Kamis (11/6).

Ibrahim menjelaskan, terdapat beberapa sentimen baik internal maupun eksternal akan mempengaruhi pergerakan Rupiah terhadap Dollar AS. Dari sisi eksternal kekhawatiran pasar terhadap beberapa sentimen baik internal maupun eksternal akan mempengaruhi pergerakan Rupiah terhadap Dollar AS.

Kenaikan harga minyak dunia sekitar 1 persen menambah kekhawatiran bahwa biaya bahan bakar yang lebih tinggi dapat memicu inflasi dan mempersulit prospek kebijakan Federal Reserve.

Selain itu, prospek inflasi yang terus-menerus telah mendorong investor untuk mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga AS. Lebih dari 70 persen pelaku pasar memperkirakan kenaikan suku bunga Fed pada bulan Desember.

"Imbal hasil obligasi pemerintah tetap mendekati level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir sementara dolar tetap kuat menjelang laporan inflasi," tulis ibrahim.

Ibrahim mengatakan, dari faktor domestik pelaku pasar menyambut baik kenaikan suku bunga Bank Indonesia sebesar 25 basis poin menjadi 5,5 persen pada hari Selasa, yang bertujuan untuk menstabilkan rupiah setelah berulang kali mencapai rekor terendah.

Kenaikan suku bunga acuan juga membantu pemerintah dalam lelang obligasi bertenor 10 tahun, dengan bunga obligasi 7,4 persen sehingga investor asing maupun domestik diharapkan bisa kembali menyerbu lelang Surat Utang Negara (SUN).

"Kepercayaan semakin diperkuat oleh janji dana kekayaan negara Danantara untuk tidak mengambil margin keuntungan pada ekspor komoditas strategis dan untuk menghormati kontrak yang ada di bawah kerangka sentralisasi baru," tulisnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore