
Ilustrasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (Istimewa)
JawaPos.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjatuhkan sanksi administratif berupa denda Rp 875 juta kepada PT Indosaku Digital Teknologi atau Indosaku karena dinilai tidak mematuhi ketentuan dalam pengelolaan serta pengawasan proses penagihan, terutama yang melibatkan pihak ketiga.
Kepala Departemen Surveillance dan Kebijakan Sektor Jasa Keuangan Terintegrasi OJK Agus Firmansyah mengatakan, tanggung jawab penyelenggara tidak hilang meskipun penagihan dilakukan melalui vendor eksternal.
“Setiap penyelenggara wajib memastikan pihak ketiga yang ditunjuk menjalankan kegiatan penagihan secara patuh, profesional, beretika, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” ujar Agus dalam seperti dikutip dari Antara, Senin (11/5).
Selain pengenaan denda, OJK turut memberikan peringatan tertulis kepada Direktur Utama Indosaku. Regulator juga meminta perusahaan menyusun sekaligus menjalankan langkah perbaikan dalam aktivitas penagihan.
Perbaikan tersebut meliputi pembenahan kebijakan dan prosedur penagihan agar sejalan dengan aturan yang berlaku. OJK juga meminta evaluasi menyeluruh terhadap kerja sama dengan pihak ketiga, termasuk penguatan isi Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait standar perilaku, kewajiban kepatuhan, mekanisme pengawasan, pelaporan, hingga pemberian sanksi.
Tak hanya itu, Indosaku diminta memperkuat sistem pengendalian kualitas dalam kegiatan penagihan, mencakup aspek operasional, etika, kepatuhan, dan perilaku petugas penagihan. Pelatihan, pemantauan, serta evaluasi rutin terhadap tenaga penagihan juga harus ditingkatkan, termasuk mekanisme penanganan aduan konsumen.
“OJK juga meminta komitmen Direksi Indosaku untuk melaksanakan langkah perbaikan tersebut secara menyeluruh dan tepat waktu,” kata Agus.
Menurut Agus, OJK akan terus mengawasi pelaksanaan rencana tindak lanjut tersebut secara ketat. Jika di kemudian hari masih ditemukan pelanggaran atau ketidakpatuhan, regulator menegaskan akan mengambil tindakan pengawasan dan penegakan yang lebih tegas sesuai peraturan yang berlaku.
OJK juga mengingatkan seluruh Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) agar memastikan proses penagihan kepada konsumen, termasuk melalui pihak ketiga, tetap berjalan sesuai kode etik dan ketentuan hukum.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
