
Corporate Secretary BTN Ramon Armando.
JawaPos.com - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyiapkan uang tunai sebesar Rp23,18 triliun guna memastikan kecukupan kebutuhan dana bagi masyarakat dan nasabah selama periode Hari Raya Idul Fitri 2026.
Dana tunai tersebut disiapkan terhitung sejak 13 Maret hingga 25 Maret 2026 seiring meningkatnya aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat menjelang Lebaran.
Corporate Secretary BTN Ramon Armando mengatakan penyediaan uang tunai dilakukan untuk memastikan seluruh kebutuhan transaksi masyarakat dapat terpenuhi selama periode Ramadan hingga Idul Fitri.
"Kami berupaya memastikan ketersediaan uang tunai bagi nasabah selama periode Ramadan dan Idul Fitri. BTN telah menyiapkan likuiditas yang memadai agar kebutuhan transaksi masyarakat tetap dapat dilayani dengan optimal," ujar Ramon di Jakarta, Jumat.
Dari total dana tunai yang disiapkan, BTN mengalokasikan Rp14,55 triliun atau 63 persen untuk kebutuhan kas di seluruh outlet BTN yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Menurut Ramon, langkah tersebut dilakukan seiring meningkatnya mobilitas masyarakat serta aktivitas konsumsi selama Ramadhan hingga Idul Fitri yang umumnya turut mendorong kebutuhan uang tunai di masyarakat.
Ubah Wajah Layanan Lewat Ekspansi Operasional Modern
Guna terus mengakselerasi transformasi bisnis untuk memperkuat layanan kepada nasabah dilakukan dengan melakukan ekspansi secara efisien melalui pembaruan operasional kredit, modernisasi kantor cabang, serta pengembangan layanan digital.
"Penguatan funding menjadi salah satu fokus utama yang terus diperbaiki. Upaya ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan sumber pendanaan yang stabil dan berkelanjutan. Sehingga BTN dapat terus menjalankan fungsi intermediasi dan memperluas penyaluran pembiayaan," ujar Direktur Operations BTN I Nyoman Sugiri Yasa.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah revamp atau pembaruan proses pengelolaan kredit (loan processing) agar lebih efisien, cepat, dan terstandar. Pembaruan operasional kredit dilakukan melalui sistem loan factory. Sistem ini memusatkan proses pengajuan dan pengolahan kredit konsumer, termasuk kredit pemilikan rumah (KPR).
“Dengan loan factory, proses KPR diproses di satu sentral. Kami mengedepankan proses digital agar layanan lebih cepat, akurat, transparan, dan memiliki standar yang sama,” terang Nyoman.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
