
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa datang ke Balaikota, Jakarta, Selasa (07/10/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com - Penempatan dana pemerintah Rp 200 triliun ke Himpunan Bank milik Negara (Himabara) membuka ruang untuk menurunkan suku bunga kredit. Sejalan dengan cost of fund perbankan yang rendah. Sehingga menjadi lebih menarik bagi pengusaha.
"OJK melihat bahwa masih terdapat ruang untuk penurunan suku bunga. Namun penurunannya akan sangat tergantung pada struktur biaya masing-masing bank. Terutama terkait dengan biaya dana atau cost of fund," kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae usai rapat dewan komisioner bulanan, Kamis (9/10).
Memang, sejumlah bank masih mengandalkan dana mahal sebagai sumber pendanaan. Seperti deposito. Yang mana membutuhkan cost of fund yang lebih tinggi dari dana murah.
Dian memastikan, kinerja intermediasi perbankan stabil dengan profil risiko yang terjaga. Aktivitas operasional perbankan juga tetap optimal untuk memberikan layanan keuangan bagi masyarakat. Hingga Agustus 2025, kredit tumbuh 7,56 persen year-on-year (YoY) menjadi Rp 8.075,0 triliun. Lebih tinggi dari pertumbuhan pada Juli 2025 dengan 7,03 persen YoY.
Berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi tumbuh tertinggi sebesar 13,86 persen YoY. Diikuti oleh pertumbuhan kredit konsumsi sebanyak 7,89 persen. Sedangkan kredit modal kerja hanya tumbuh 3,53 persen YoY.
"Dari kategori debitur, kredit korporasi tumbuh sebesar 10,79 persen YoY. Sementara kredit UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) tumbuh sebesar 1,35 persen YoY," ucap Dian.
Jika ditinjau berdasarkan sektor ekonomi, lanjut dia, penyaluran kredit ke beberapa sektor tercatat tumbuh double digit secara tahunan. Sektor pertambangan dan penggalian naik 20,13 persen. Kemudian, sektor pengangkutan dan pergudangan meningkat 22,53 persen. Untuk aktivitas jasa lainnya melesat 28,35 persen.
OJK mencatat dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 8,51 persen YoY menjadi Rp 9.385,8 triliun. Meningkat dari bulan sebelumnya yang hanya 7 persen YoY. "Dengan giro, tabungan, dan deposito masing-masing tumbuh sebesar 15,01 persen; 5,52 persen; dan 5,73 persen secara tahunan," ujar terangnya.
Dian menjelaskan, penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) juga diikuti oleh penurunan suku bunga perbankan. Dibandingkan tahun sebelumnya, rerata suku bunga kredit rupiah untuk investasi turun 44 basis poin (bps) menjadi 8,42 persen pada Agustus 2025, dari sebelumnya 8,86 persen pada Agustus 2024. Sementara itu, suku bunga kredit modal kerja juga turun 31 bps menjadi 8,56 persen.
Dari sisi penghimpunan dana, suku bunga deposito rupiah juga terpantau mulai menurun. Tercatat, suku bunga deposito rupiah pada Agustus 2025 berada di level 5,24 persen. Lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 5,36 persen.
Likuiditas industri perbankan pada Agustus 2025 tetap memadai. Tercermin dari rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) dan Alat Likuid terhadap Dana Non-Core (AL/NCD) yang masih jauh di atas ambang batas yang ditetapkan.
"Rasio AL/NCD tercatat sebesar 120,25 persen pada Agustus, naik dari 119,43 persen pada Juli 2025. Sedangkan AL/DPK sebesar 27,25 persen, juga meningkat dari bulan sebelumnya sebesar 27,08 persen. Keduanya jauh di atas threshold masing-masing 50 persen dan 10 persen," jelas Dian.
Selain itu, indikator Liquidity Coverage Ratio (LCR) juga berada dalam posisi yang sangat aman, yakni sebesar 202,62 persen. Angka ini menunjukkan kemampuan industri perbankan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya, sekaligus menjaga kepercayaan pasar dan stabilitas sistem keuangan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
