
Bank Indonesia memprediksi penjualan eceran Juli 2025 mengalami kontraksi bulanan. (Istimewa)
JawaPos.com - Perekonomian dunia masih dalam tren melambat akibat dampak penerapan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS) dan ketidakpastian yang masih tinggi. Pertumbuhan ekonomi Indonesia perlu makin ditingkatkan agar sesuai dengan kapasitas perekonomian. Alhasil, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menurunkan BI rate sebesar 25 basis points (bps) menjadi 4,75 persen.
"Keputusan ini sejalan dengan upaya bersama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan menjaga tetap rendahnya prakiraan inflasi 2025 dan 2026 dalam sasaran 2,5 plus-minus 1 persen dan stabilitas nilai tukar rupiah sesuai dengan fundamentalnya," kata Gubernur BI Perry Warjiyo, Rabu (17/9).
Berbagai indikator menunjukkan perlambatan pertumbuhan ekonomi terjadi di sebagian besar negara. Disertai dengan disparitas pertumbuhan antarnegara. Di AS, keyakinan pelaku ekonomi menurun. Seiring implementasi kebijakan tarif yang berdampak pada melemahnya konsumsi rumah tangga dan naiknya tingkat pengangguran.
Kinerja ekonomi Tiongkok juga melambat akibat menurunnya ekspor. Terutama ke AS sebagai dampak tarif resiprokal serta melemahnya permintaan domestik, khususnya investasi. Begitu pula, ekonomi Eropa dan Jepang juga dalam tren menurun sejalan dengan tertekannya kinerja ekspor.
Sementara itu, ekonomi India sedikit meningkat. Ditopang oleh stimulus fiskal untuk mendorong konsumsi. "Dengan perkembangan tersebut, Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi dunia 2025 masih berpotensi lebih rendah dari prakiraan sebelumnya sekitar 3 persen," ucap Perry.
Menurut dia, prospek ekonomi dunia yang belum kuat dan menurunnya tekanan inflasi mendorong sebagian bank sentral menempuh kebijakan moneter akomodatif, kecuali di Jepang. Probabilitas penurunan Fed funds rate (FFR) juga semakin tinggi sejalan dengan naiknya tingkat pengangguran AS. Di pasar keuangan global, yield US Treasury menurun sejalan dengan ekspektasi penurunan FFR dan mendorong pelemahan indeks mata uang dolar AS (DXY).
Dengan masih tingginya ketidakpastian, aliran modal global ke komoditas emas semakin meningkat. Sedangkan aliran modal ke emerging market tertahan. "Ke depan, volatilitas pasar keuangan global masih terus berlanjut sehingga perlu diantisipasi dengan penguatan berbagai respons dan koordinasi kebijakan untuk menjaga ketahanan ekonomi dalam negeri," jelas lulusan Iowa State University itu.
Dari dalam negeri, pada triwulan III 2025, sejumlah indikator menunjukkan konsumsi rumah tangga masih belum kuat. Dipengaruhi oleh menurunnya ekspektasi konsumen khususnya pada kelompok menengah ke bawah. Serta terbatasnya ketersediaan lapangan kerja.
Investasi juga perlu terus diperkuat melalui percepatan realisasi berbagai program prioritas pemerintah. Termasuk pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di berbagai daerah. Untuk kinerja ekspor diprakirakan lebih baik ditopang oleh kenaikan ekspor produk pertanian dan manufaktur, khususnya komoditas minyak kelapa sawit (CPO) ke India seiring penurunan bea impor.
BI akan terus memperkuat sinergi dengan kebijakan stimulus fiskal dan sektor riil untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan tetap menjaga stabilitas perekonomian. Dari sisi fiskal, belanja pemerintah diprakirakan akan meningkat di semester II 2025. Sejalan dengan implementasi proyek prioritas terkait program ketahanan pangan, energi, pertahanan dan keamanan, serta Paket Kebijakan Ekonomi Pemerintah 2025.
Perry menegaskan, akan terus memperkuat bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran. Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penurunan suku bunga, pelonggaran likuiditas, peningkatan insentif makroprudensial, serta percepatan digitalisasi ekonomi dan keuangan.
"Dengan penguatan sinergi kebijakan Bank Indonesia dan Pemerintah tersebut, pertumbuhan ekonomi semester II 2025 diprakirakan membaik sehingga secara keseluruhan tahun 2025 akan berada di atas titik tengah kisaran 4,6 sampai 5,4 persen," ungkapnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Robot Humanoid Tiongkok Kalahkan Rekor Lari Usain Bolt, Lalu Terbakar
Prediksi Skor Malaga vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Super Depor Bisa Curi Poin
Prediksi Skor Getafe vs Racing Santander di Liga Spanyol 2026/2027: Azulones Rawan Kecolongan!
Prediksi Skor Brighton & Hove Albion vs Aston Villa di Liga Inggris 2026/2027: Laga Berakhir Imbang!
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Groningen di Liga Belanda: Boeren Enggan Malu di Kandang!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Tak Hanya Jenderal TNI-Polri, Pengusaha Haji Isam Dikabarkan Dapat Tugas Tangani Karhutla di Kalsel
Prediksi Skor Rennes vs Paris Saint-Germain di Liga Prancis 2026/2027: Les Parisiens Bisa Kesulitan!
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Villarreal di Liga Spanyol 2026/2027: Los Rojiblancos Diunggulkan!
