Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 15 September 2025 | 17.57 WIB

Gandeng TULOLA, BCA Buka Akses Pasar Pengrajin Desa Wisata Taro ikut Pameran Karya Kerajinan Perak di Perayaan Kawan Nusantara “IDENTITAS”

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn (ketiga kiri) bersama UMKM Binaan Bakti BCA yang dilibatkan pada pameran Kawan Nusantara bertajuk IDENTITAS dari TULOLA di Bali. - Image

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn (ketiga kiri) bersama UMKM Binaan Bakti BCA yang dilibatkan pada pameran Kawan Nusantara bertajuk IDENTITAS dari TULOLA di Bali.

JawaPos.com - PT Bank Central Asia Tbk (BCA), melalui payung Bakti BCA mendukung eksistensi brand perhiasan lokal untuk bisa memberikan kontribusi kepada pengrajin dan membuka lapangan pekerjaan. Dukungan tidak sekedar diberikan dalam bentuk dukungan permodalan, tetapi juga membuka akses pasar. Salah satunya, lewat pameran kerajinan yang diproduksi pengrajin mitra binaan BCA.

Langkah ini, salah satunya diwujudkan dengan mendukung brand perhiasan lokal TULOLA menghadirkan pameran Kawan Nusantara bertajuk “IDENTITAS” di Andaz Bali, Kamis (11/9) lalu. Gelaran yang melanjutkan kesuksesan penyelenggaraan pada bulan Juli lalu di Jakarta ini menjadi wujud komitmen BCA dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dengan melibatkan komunitas lokal.

Perayaan Kawan Nusantara “IDENTITAS” turut dihadiri Founder & Creative Conceptor TULOLA Happy Salma, Founder & Creative Designer TULOLA Sri Luce Rusna, EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn, Chief of the Village Andaz Bali Marc Walz, dan perajin perak Desa Wisata Taro Ketut Daging.

Lewat kegiatan ini, Bakti BCA mempersembahkan pameran “HEROES OF HERITAGE” yang menampilkan koleksi perhiasan kreasi kolaborasi dua perajin perak Desa Wisata Taro, Bali, yakni I Made Suama dan Ketut Daging, dengan TULOLA.

Suasana pameran Kawan Nusantara bertajuk IDENTITAS dari TULOLA, Andaz Bali, Kamis (11/9) yang didukung penuh BCA melalui payung Bakti BCA.

Desa Wisata Taro merupakan salah satu dari 27 desa binaan Bakti BCA. Selain menjadi pusat kerajinan perak, desa ini menawarkan paket wisata yang memadukan unsur alam, tradisi, dan spiritualitas. Desa ini menawarkan keindahan Semara Ratih Delodsema Village dengan tata letak rumah tradisional, kemegahan Pura Agung Gunung Raung, hingga rumah konservasi lembu putih yang menjadi ikon desa. Desa Wisata Taro merupakan penerima penghargaan “Best Tourism Villages Upgrade Program” dari The United Nations World Tourism Organization (UNWTO) pada 2023.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengungkapkan, “BCA, melalui Bakti BCA, bangga dapat dipercaya mendukung perayaan Kawan Nusantara ‘IDENTITAS’. Kolaborasi bersama TULOLA ini menjadi langkah penting yang layak terus dikembangkan.”

Inisiatif ini, katanya, tidak hanya menjaga kelestarian budaya asli Indonesia sambil menyesuaikannya dengan perkembangan zaman, tetapi juga membuka peluang bagi komunitas lokal, para perajin asal Desa Wisata Taro, untuk menampilkan potensi mereka di pasar yang lebih luas. Harapannya, inisiatif ini dapat berkontribusi bagi pengembangan ekonomi lokal dan pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Kolaborasi perajin Desa Wisata Taro dengan TULOLA berhasil memadukan kearifan lokal Bali dengan sentuhan modern. Koleksi “HEROES OF HERITAGE” menampilkan beragam pilihan bros, di antaranya Mandala, Sampian, Karang Daun, dan Lembu Putih, yang merefleksikan kekayaan dan budaya asal Desa Taro.

Selain menghadirkan koleksi karya dua perajin dari Desa Wisata Taro, Bakti BCA juga turut menghadirkan sejumlah UMKM binaan, seperti kain tenun wastra warna alam dari Sumba Timur, Timor Tengah Selatan, dan Baduy, serta kain batik dari Kampung Batik Gemah Sumilir.

Ke depan, Bakti BCA tengah membidik sejumlah daerah yang punya kekhasan produk kerajinan yang bisa dikembangkan lebih besar lagi. "Kita telah melakukan observasi ke sejumlah daerah, salah satunya di daerah Nusa Tenggara. Kita sudah punya di Tebara, dan membina pengrajin di Sumba. Saat ini masih dalam kajian apakah akan dikembangkan menjadi Desa Wisata sehingga bisa berkembang lebih besar lagi," kata Hera.

Langkah BCA lewat Bakti BCA sangat membantu pengrajin dan pelaku usaha di daerah binaan, karena dari hasil evaluasi yang dilakukan terhadap daerah-daerah yang dibina kenaikan penghasilan sangat signifikan bagi para mitra binaan.

"Hasilnya sangat bagus, ada peningkatan pendapatan tiga setengah kali lipat (350 persen) dari sebelum dibina dibanding dengan setelah Bakti BCA masuk sebagai pendamping dan membuka akses pasar pengrajin," pungkas Hera.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore