
Pengunjung saat melihat produk baju hasil olahan daur ulang di area ESG/Sustainabillity pada BCA Expo 2025 di ICE BCD, Tangerang, Banten, Jumat (22/8/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Bank Indonesia (BI) tengah dalam siklus pelonggaran kebijakan moneter. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) akan melakukan penyesuaian terbatas pada beberapa produk kredit tertentu. Sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional lebih baik ke depan.
Direktur BCA Haryanto Tiara Budiman menyatakan, tidak pernah melakukan perang suku bunga kredit maupun pinjaman. Justru mengedepankan keberlanjutan serta pertumbuhan jangka panjang. "Kami sih nggak pernah perang bunga. Bisa lihat sendiri kalau bunga kami memang dari dulu seperti itu. Saat BI menaikkan suku bunga, kami tidak menaikkan," ungkapnya saat ditanyai Jawa Pos, Kamis (11/9).
Misalnya, suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) yang tetap kompetitif. Bahkan saat suku bunga acuan sedang tinggi. Setiap kali BCA Expo, selalu memberikan rate spesial yang luar biasa rendah.
"Bunga floating-nya juga tidak pernah dinaikkan, meskipun BI saat itu menaikkan suku bunga," imbuhnya.
Hanya saja pada Juli dan Agustus 2025, suku bunga acuan BI (BI rate) sudah turun masing-masing sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5 persen. BCA akan melakukan sejumlah adjustment. Seperti, pinjaman korporasi yang indeksnya tergantung pada benchmark.
Sedangkan untuk pinjaman konsumer, Haryanto menilai dampaknya tidak signifikan. Mengingat, konsumsi memiliki peran sangat penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pada triwulan II 2025 berkontribusi mencapai 54,25 persen.
"Bobotnya besar sekali. Kalau consumption bergerak, pasti ekonomi akan bergerak," jelasnya.
Terpisah, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae menyatakan, penurunan BI rate telah diikuti oleh penurunan suku bunga perbankan. Dibandingkan tahun sebelumnya, rerata suku bunga kredit rupiah pada Juli 2025 turun 36 bps untuk kredit investasi. Sementara untuk kredit modal kerja terpangkas 20 bps.
"Umumnya, penurunan BI rate akan diikuti penurunan suku bunga kredit dengan jeda waktu beberapa periode. Oleh karena itu, suku bunga kredit diperkirakan masih akan menurun sebagai respons dari penurunan BI rate pada 2025," terang Dian.
Ditambah lagi dengan ekspektasi penurunan suku bunga global pada triwulan IV 2025. OJK melihat bahwa masih terdapat ruang untuk penurunan suku bunga lebih lanjut. Namun, penurunan suku bunga pada masing-masing bank akan tergantung pada strategi dan struktur biaya masing-masing bank.
"Terutama terkait dengan biaya dana alias cost of fund (CoF)," ujarnya.
Bank perlu mengelola strategi pendanaannya. Terutama untuk meningkatkan porsi dana murah. Sehingga dapat menciptakan ruang penurunan suku bunga kredit.
OJK terus mengimbau agar bank dapat secara bertahap menyesuaikan tingkat suku bunganya. Agar tetap sejalan dengan kondisi pasar, rasio keuangan yang sehat dan tidak menciptakan persaingan bunga yang kurang sehat.
"Selanjutnya, perbankan juga diminta untuk tetap menjaga transparansi dan perlindungan konsumen dalam menyampaikan informasi terkait produk perbankan," tandas mantan kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) itu.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
Prediksi Skor Pisa vs Empoli di Coppa Italia: Azzurri Bisa Menang Lewat Adu Penalti!
Prediksi Skor Palermo vs Lecce di Coppa Italia, Inzaghi Siap Bikin Kejutan
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Prediksi Skor Cremonese vs Sampdoria di Coppa Italia, Optimisme Marco Giampaolo
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Rela Kesampingkan Urusan Pribadi, Perjuangan Ibu Atlet Sepak Bola Masa Depan Indonesia
Prediksi Skor Thailand vs Singapura di Semifinal Piala AFF 2026, Gajah Perang Unggul Agregat 3-1
