Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 28 Juli 2025 | 03.30 WIB

Pasar Menantikan Rilis Indeks PCE AS, Inflasi, dan Neraca Dagang Indonesia

Karyawan berada di dekat layar pegerrakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (25/6/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Karyawan berada di dekat layar pegerrakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (25/6/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Bursa saham global menunjukkan tren positif. Seiring perkembangan sejumlah kesepakatan dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan negara-negara mitranya. Meski demikian, sejumlah data-data perekonomian yang rilis pekan ini menjadi perhatian pelaku pasar.

"Kesepakatan dagang yang dilakukan AS dengan Jepang, Filipina, Indonesia menjadi katalis positif pergerakan bursa saham. Emiten di bursa Wall Street juga mencatatkan laba yang lebih baik dari perkiraan," kata analis pasar modal Hans Kwee kepada Jawa Pos, Minggu (27/7).

Pekan ini, lanjut dia, fokus pasar akan tertuju pada laporan keuangan raksasa teknologi AS Magnificent Seven. Kinerja emiten-emiten teknologi ini diyakini akan menjadi penggerak utama indeks saham global, termasuk di Asia.

Selain itu, juga akan mencermati serangkaian data ekonomi penting AS. Seperti data lowongan pekerjaan Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS), perubahan tenaga kerja non pertanian Automatic Data Processing (ADP), dan rata-rata pendapatan per jam.

Selain itu, juga data ketenagakerjaan non pertanian, dan tingkat pengangguran. Ditambah pengumuman personal consumption expenditures (PCE) sebagai indikator inflasi acuan The Federal Reserve (The Fed). Pasar juga mencermati perkembangan politik dan kebijakan moneter. Salah satunya adalah kunjungan Presiden AS Donald Trump ke kantor The Fed.

Di sana Trump terlihat beradu argumen dengan Gubernur The Fed Jerome Powell. Hal itu memunculkan pertanyaan mengenai independensi bank sentral.

Meski begitu, secara gesture, Powell masih tetap berhati-hati. Lebih menjaga kredibilitasnya sebagai seorang banker. Tidak peduli akan dipecat atau diganti lebih cepat. Memilih tidak reaktif terhadap tekanan politik. 

"The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunganya. Dan baru memulai pemotongan pada pertemuan September 2025 dengan peluang pemotongan dua kali atau 50 basis point (bps) sampai akhir 2025," ucap Hans. 

Di Asia, bursa saham negara-negara emerging market mengalami penguatan, termasuk Indonesia. Indeks harga saham gabungan (IHSG) meningkat 3,17 secara mingguan ke level 7.543.503 pada perdagangan, Jumat (25/7). 

"Bursa saham Indonesia mengalami Kenaikan 14 sesi terakhir didukung oleh optimisme kesepakatan dagang AS dan valuasi emiten big cap yang masih murah," jelas dosen Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Trisakti itu.

Dari dalam negeri, pelaku pasar akan menanti rilis data inflasi dan neraca perdagangan. Sebagai penentu arah kebijakan ekonomi ke depan. "IHSG berpeluang menguat dengan support di level 7.450 sampai 7.344 dan resistance di 7.568 hingga 7.600," ujarnya.

Di tengah tekanan pasar saham regional yang mengalami pelemahan, IHSG justru mencatatkan penguatan. Didorong oleh penguatan saham-saham di sektor keuangan dan infrastruktur. Meskipun investor asing masih melakukan aksi jual bersih.

Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro menyebutkan, saham-saham unggulan yang mencatat kenaikan tertinggi. Seperti PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) yang naik 19,95 persen ke 22.700, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) tumbuh 11,71 persen ke 2.480, dan PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) meningkat 9,90 persen ke 1.665. Ketiganya menjadi tulang punggung penopang IHSG.

Di sisi lain, tekanan terlihat di saham-saham perbankan besar. Antara lain PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) minus 1,77 persen menjadi 3.880, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang terkontraksi 2,29 persen ke 4.690, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) turun 3,08 persen ke 4.090.

Dari sisi transaksi, nilai perdagangan saham mencapai Rp 12,2 triliun. Sehingga rata-rata nilai transaksi harian 2025 sebesar Rp 13,5 triliun. Investor asing mencatatkan penjualan bersih Rp 233,4 miliar. 

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore