
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memaparkan hasil rapat dewan gubernur (RDG) Juli 2025. (YouTube Bank Indonesia)
JawaPos.com - Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pada 15-16 Juli 2025 memutuskan untuk menurunkan BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,25 persen. Begitu juga, suku bunga deposit facility sebanyak 25 bps menjadi 4,5 persen dan suku bunga lending facility turun 25 bps menjadi 6 persen. Penurunan ini sejalan dengan rendahnya inflasi, stabilitas nilai tukar rupiah yang terjaga, serta mendorong pertumbuhan ekonomi.
Gubernur BI Perry Warjiyo menuturkan, ketidakpastian ekonomi global kembali meningkat. Pasca pengumuman kenaikan tarif efektif resiprokal Amerika Serikat (AS) ke beberapa negara maju dan berkembang. Kebijakan kenaikan tarif yang direncanakan berlaku mulai 1 Agustus 2025 akan memperlemah prospek pertumbuhan ekonomi dunia, khususnya di negara maju.
"Pertumbuhan ekonomi di AS, Eropa, dan Jepang dalam tren menurun di tengah ditempuhnya kebijakan fiskal ekspansif dan pelonggaran kebijakan moneter di negara tersebut," ucapnya.
Begitu pula, kinerja ekonomi Tiongkok juga diprakirakan belum kuat. Mengingat, berbagai strategi diversifikasi ekspor maupun kebijakan fiskal dan moneter telah ditempuh otoritasnya. Sementara perekonomian India diprakirakan tetap baik didukung permintaan domestik.
"BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun ini masih belum kuat sekitar 3 persen dan dengan kecenderungan 2,9 persen," ungkap Perry.
Tekanan inflasi AS masih menurun. Sehingga mendorong tetap kuatnya ekspektasi arah penurunan Fed funds rate (FFR) kedepan. Pergeseran aliran modal keluar dari AS ke Eropa dan negara berkembang serta komunitas yang dianggap aman seperti emas terus berlanjut. Sejalan dengan meningkatnya risiko ekonomi AS termasuk risiko fiskal.
Perkembangan itu mendorong berlanjutnya pelemahan indeks mata uang dolar AS (USD) terhadap mata uang negara maju (DXY) dan negara berkembang (ADXY). "Ke depan, kewaspadaan serta respons dan koordinasi kebijakan yang lebih kuat diperlukan guna memitigasi ketidakpastian perekonomian dan pasar keuangan global yang masih tinggi. Serta menjaga ketahanan eksternal, menjaga stabilitas, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di dalam negeri," jelas alumnus Iowa State University itu.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
