
ILUSTRASI. Cara menyisihkan dana darurat. (istimewa)
JawaPos.com - Dana darurat menjadi hal yang perlu disiapkan dalam pengelolaan keuangan di tengah ketidakpastian global seperti saat ini. Terlebih, salah satu dampaknya bisa mengancam pekerjaan hingga berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK).
Pada saat-saat sulit itu, kemudian dana darurat ini bisa digunakan untuk menambal pengeluaran yang diperlukan pada bulan tersebut. Sehingga, dana darurat bisa
Untuk diketahui, dana darurat adalah sejumlah uang yang disimpan untuk dapat digunakan ketika terjadi hal-hal tidak terduga, seperti kehilangan pekerjaan, biaya perbaikan rumah, risiko terjadinya bencana alam hingga kerusakan kendaraan.
Sebelum menyisihkan dana darurat, diharapkan kamu terlebih dahulu menentukan tujuan dan jumlah ideal dana darurat berdasarkan dengan pengeluaran bulanan. Adapun besarannya, bisa ditetapkan sebesar 10-20 persen pendapatan setiap bulannya secara rutin.
Lebih lengkap, berikut ini cara menyisihkan dana darurat dari gaji bulanan:
1. Tentukan pengeluaran bulanan
Setiap dana darurat yang perlu disiapkan setiap orang berbeda-beda. Pasalnya, jumlah pengeluaran dan pendapatan tiap individu atau keluarga juga beragam.
Namun, setidaknya simpan dana darurat minimal 3 kali pengeluaran bulanan untuk individu yang belum menikah. Jika sudah berkeluarga, jumlah dana darurat idealnya 6 hingga 12 kali pengeluaran per bulan.
Misalnya, pengeluaran bulanan kamu sebesar Rp 3 juta. Kalau masih single, idealnya kamu memiliki dana darurat sebesar Rp 9 juta. Sedangkan untuk yang sudah menikah perlu menyisihkan dana darurat minimal sebesar Rp 18 juta.
2. Mulai dengan menyisihkan nilai yang paling kecil
Mengumpulkan dana darurat bisa dimulai dengan besaran 10-20 persen pendapatan setiap bulannya secara rutin. Misalnya, dana darurat yang perlu disisihkan 10 persen dari gaji sebesar Rp 5 juta, yaitu sekitar 500 ribu rupiah/bulan.
Jika sudah menikah dan memiliki anak, sisihkan setidaknya 20 persen setiap bulan dari total pendapatan. Jika pendapatan suami istri sebulan mencapai Rp10 juta, dana darurat yang perlu disisihkan setiap bulan berkisar Rp 2 juta.
3. Membuat rekening terpisah
Idealnya, dana darurat disimpan secara terpisah dari kebutuhan lain. Dengan begitu, pengelolaan dana darurat tidak tercampur untuk membiayai kebutuhan lainnya. Namun, hal yang perlu diperhatikan adalah rekening khusus dana darurat ini dipilih untuk mencairkan dana tersebut.
4. Menyimpan dalam aset yang mudah dicairkan

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
