
Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (14/5/2025). IHSG ditutup menguat pada akhir perdagangan Rabu (14/5/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawPos.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana menyesuaikan jam operasional perdagangan. Dari semula dimulai pukul 09.00 hingga 16.00 menjadi dibuka pukul 08.00 sampai 17.00. Rencana itu menuai beragam tanggapan dari sejumlah sekuritas.
Chief Economist Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto, menilai bahwa perpanjangan jam perdagangan tidak otomatis akan meningkatkan likuiditas pasar saham. Faktor-faktor utama yang mendorong likuiditas pasar justru terletak pada kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi dan kualitas emiten. Oleh karena itu, kebijakan terkait perdagangan harus diimbangi dengan penguatan sisi fundamental.
"Likuiditas lebih dipengaruhi oleh prospek kinerja dari emiten, prospek dan fundamental ekonomi yang baik, dan peningkatan aktivitas investor asing di bursa saham Indonesia," terang Rully kepada Jawa Pos, Selasa (17/6).
Dia juga mengingatkan adanya potensi konsekuensi dari perpanjangan jam bursa. Terutama bagi pelaku industri pasar modal. Yakni, bisa menyebabkan peningkatan beban operasional perusahaan sekuritas, serta potensi ketimpangan akses informasi, terutama bagi investor ritel.
Sebagai masukan bagi BEI, Rully menyarankan agar fokus pengembangan pasar lebih diarahkan pada perluasan basis investor dan edukasi masyarakat. Selain itu juga peningkatan kualitas perusahaan yang melakukan penawaran umum perdana (IPO).
"Dengan ekspansi basis investor, memperbanyak akses bagi masyarakat dan edukasi. Serta peningkatan kualitas IPO perusahaan," ujarnya.
Analis pasar modal Kiwoom Sekuritas Oktavianus Audi memiliki pandangan berbeda. Dia menilai, perpanjangan aktivitas perdagangan BEI akan berdampak pada kenaikan likuiditas dari transaksi harian.
"Kami membuat simulasi jika rerata transaksi harian sebesar Rp 12 sampai 15 triliun, maka jika ditambahkan pembukaan lebih awal dan penutupan lebih lambat masing-masing 1 jam dapat berpotensi meningkatkan transaksi sebesar 18 hingga 31 persen," jelasnya.
Penyesuaian dengan bursa region Asia, lanjut dia, memungkinkan investor lebih responsif terhadap sentimen global. Seperti dengan SGX, HKEX dan bursa Malaysia. Potensi peningkatan aktivitas dari jumlah investor seiring dengan waktu yang lebih fleksibel, tidak hanya di office hour.
Meski demikian, Audi juga mencermati beban yang akan timbul kepada pelaku pasar, khususnya anggota bursa (AB). Serta upaya teknis terhadap penyesuaian jam perdagangan tersebut. Dengan demikian, sebaiknya BEI dapat melakukan implementasi bertahap pada saham-saham tertentu dan juga kesiapan infrastruktur.
"Terlebih dukungan teknis. Selain itu juga memastikan kesiapan dari para pelaku pasar, baik terkait SDM (sumber daya manusia) hingga teknis perdagangan anggota bursa," ucap Audi.
Terpisah, Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik menyampaikan, saat ini kajian penyesuaian jam perdagangan masih berlangsung. Skema yang dikaji mencakup opsi menambah, menggeser, atau bahkan memperpendek waktu perdagangan. Tergantung pada hasil evaluasi menyeluruh.
"Ada berbagai kemungkinan, apakah ditambah di awal, ditambah di akhir, atau jamnya tetap tapi digeser. Semua skenario itu masih dalam kajian," kata Jeffrey.
Penelitian dilakukan dengan tiga pertimbangan utama. Pertama, untuk mendukung pendalaman pasar. Kedua, untuk meningkatkan likuiditas perdagangan. Ketiga, agar seluruh segmen investor bisa terlayani lebih optimal.
Selain memperhatikan kebutuhan investor dalam negeri, BEI juga mempertimbangkan pola aktivitas pasar di kawasan regional. Termasuk Hong Kong yang memiliki zona waktu berbeda satu jam lebih cepat dari waktu Indonesia Barat (WIB). Mengingat banyak investor institusi global yang beroperasi melalui desk di Hong Kong.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
