Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 11 April 2025 | 01.50 WIB

Optimalkan Ekosistem Pasar, Pembiayaan UMKM BSI Tumbuh Double Digit Sentuh Rp 52,09 Triliun

Direktur Sales and Distribution PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Anton Sukarna melakukan transaksi pembayaran menggunakan QRIS lewat super apps BYOND di Pasar Beringharjo Jogjakarta, Kamis (10/4).

JawaPos.com - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mengoptimalkan ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menggarap klaster pasar melalui transaksi ritel di pasar-pasar tradisional. Penyaluran pembiayaan segmen small medium enterprise (SME) juga tumbuh double digit.

Direktur Distribution and Sales BSI Anton Sukarna menjelaskan, pasar merupakan pusat ekonomi masyarakat di tataran akar rumput. Penguatan melalui pemberdayaan ekosistem pasar akan semakin memperkokoh ketahanan ekonomi dengan instrumen keuangan syariah.

"Menyasar pasar untuk membangun ekosistem halal yang nantinya akan terhubung dari hulu hingga hilir mulai produksi hingga penjualan di pasar," ucapnya saat mengunjungi Pasar Beringharjo, Jogjakarta, Kamis (10/4).

BSI memilih Pasar Beringharjo sebagai piloting ekosistem pasar. Mengingat Jogjakarta sebagai destinasi wisata nasional. Selain itu, juga menjadi pusat ekonomi daerah.

Beberapa layanan perbankan syariah akan dikembangkan di pasar. Yakni, BSI Agen, QRIS, dan pembayaran menggunakan mesin electronic data capture (EDC). Sehingga dapat mendorong transaksi keuangan syariah digital yang aman, cepat, dan mudah.

Total merchant QRIS BSI di area Jogjakarta sekitar 21 ribu. Dengan total transaksi hingga Maret 2025 mencapai Rp 16,3 miliar dan jumlah transaksi lebih dari 3.500 per merchant. Sedangkan total number of account (NOA) wirausaha sebanyak 4.545 nasabah.

Sepanjang 2024, total merchant QRIS BSI di seluruh Indonesia mencapai 448 ribu. Dengan jumlah transaksi mencapai 42,9 juta transaksi dan nilai transaksi Rp 3,5 triliun.

Sedangkan merchant EDC BSI mencapai 13 ribu dengan jumlah transaksi pada periode tersebut mencapai 1,3 juta transaksi. Adapun nilai atau volume transaksinya sebesar Rp 551 miliar.

“Segmen usaha didominasi oleh pedagang besar dan eceran, wirausaha makanan dan minuman, sosial budaya dan kerajinan,” terang Anton.

Pelaku UMKM memiliki peran besar terhadap perekonomian nasional. Data Kementerian Koordinator bidang Perekonomian mencatat, kontribusi UMKM mencapai 60 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Menyerap hampir 97 persen total tenaga kerja di seluruh Indonesia.

Hingga Februari 2025 BSI menyalurkan pembiayaan ke sektor UMKM sebesar Rp 52,09 triliun. Meningkat 12,69 persen secara tahunan.

Pembiayaan tersebut disalurkan kepada lebih dari 360 ribu nasabah. Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) BSI sebesar Rp 97,45 triliun atau 34,58 persen.

BSI mencatat penyaluran pembiayaan ke segmen SME hingga Februari 2025 mencapai Rp 21,37 triliun. Tumbuh 11,79 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 19,12 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa perputaran ekonomi khususnya perdagangan ritel tetap bergerak dan tumbuh.

"Kami akan terus mendorong segmen ritel dan juga SME agar terus tumbuh secara sustain disertai dengan konsistensi pendampingan usaha dan juga akses pembiayaan yang mudah dan cepat, tetapi tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudent)," ujar Plt Direktur Utama BSI Bob T. Ananta.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore