Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 Januari 2025 | 05.28 WIB

Dapat Suntikan Modal dari KBank, Bank Maspion Incar KBMI 3 dan Masuk 20 Bank Terbesar Indonesia

Kantor KASIKORNBANK atau KBank di Rat Burana, Phaya Thai District, Bangkok, Thailand. (Estu Suryowati/JawaPos.com) - Image

Kantor KASIKORNBANK atau KBank di Rat Burana, Phaya Thai District, Bangkok, Thailand. (Estu Suryowati/JawaPos.com)

JawaPos.com – Didirikan di Bangkok, Thailand, KASIKORNBANK atau KBank telah berkembang menjadi bank regional terkemuka di pasar MEA+3 (negara anggota ASEAN, Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan). Di Indonesia sendiri, KBank Group menjadi mitra strategis Bank Maspion dengan kepemilikan saham 9,99 persen pada 2017. Dan saat ini, KBank telah menjadi pemegang saham mayoritas Bank Maspion dengan kepemilikan sebesar 84,55 persen.

KBank memiliki platform transaksi perbankan yang kuat, termasuk aplikasi yang mendukung kekuatan kompetitifnya di perbankan UKM dan ritel, serta meningkatkan peluang cross-selling, seperti K PLUS, aplikasi mobile banking dengan lebih dari 24 juta pengguna regional. President of KBank, Pipit Aneaknithi, beberapa waktu lalu menyampaikan bahwa sebagai bank regional terkemuka dengan keahlian teknologi, pihaknya bangga dengan legasi yang telah dibangun mulai dari portofolio keuangan hingga komitmen terhadap keberlanjutan.

"Aplikasi K PLUS yang kini digunakan oleh lebih dari 24 juta pengguna regional, juga telah memberikan dampak transformatif. Komitmen kami terhadap inklusi keuangan akan memastikan layanan perbankan dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat," kata Pipit.

"Dengan mengintegrasikan inovasi terkini dan praktik keberlanjutan, KBank siap mendorong pengembangan sektor keuangan di seluruh kawasan MEA+3 dengan tetap fokus untuk menciptakan nilai keberlanjutan bagi mitra, bisnis, dan konsumen," imbuhnya.

KBank memandang bahwa MEA+ merupakan satu kawasan yang memiliki sumber daya manusia dan tenaga kerja yang besar, serta kelas menengah yang berkembang. Ini menciptakan peluang besar bagi KBank untuk memanfaatkan keahliannya dalam teknologi dan keberlanjutan.

Dengan jaringan luas lebih dari 70 mitra keuangan di 13 negara, KBank memiliki misi untuk mendorong kolaborasi lintas batas dan memperkuat hubungan ekonom di kawasan MEA+3. Selain Indonesia, jejak regional KBank juga mencakup Tiongkok, Vietnam, Kamboja, dan Laos.

"KBank berkomitmen untuk menjadi Regional Bank of Choice. Investasi kami di Bank Maspion menegaskan dedikasi kami untuk memperluas kemitraan regional, memberikan layanan keuangan terbaik yang mampu memberdayakan bisnis dan perdagangan lintas negara, sembari turut memperkuat pertumbuhan ekonomi berkelanjutan bagi Indonesia dan Thailand," terang Pipit.

Selama satu dekade terakhir, KBank telah berinvestasi di Bank Maspion, meningkatkan statusnya dari KBMI I menjadi KBMI 2. Sejak 2017, KBank telah menjadi mitra strategis Bank Maspion dengan kepemilikan saham 9,99 persen. KBank kembali menyuntikkan tambahan Rp 3,5 triliun yang meningkatkan kepemilikan saham 84,55 persen.

Akuisisi KBank membuka jalan bagi Bank Maspion untuk mengakselerasi pertumbuhan dan memperkuat posisinya sebagai lembaga keuangan terkemuka di Tanah Air. Hingga kuartal II 2024, total ekuitas Bank Maspion telah mencapai Rp 6,8 triliun, menjadikannya salah satu dari jajaran 30 bank terbesar di Indonesia.

"Kami melihat masa depan yang cerah bagi Bank Maspion. Dengan tambahan modal, kami berkomitmen untuk mencapai status KBMI 3 pada 2027 dan memposisikan Bank Maspion di antara 20 bank terbesar di Indonesia, serta memperkuat komitmen kami terhadap pertumbuhan dan inovasi di sektor perbankan," jelas Direktur Utama Bank Maspion, Kasemsri Charoensiddhi.

President of KBank, Pipit Aneaknithi, di kantor KBank, Bangkok, Thailand. (Estu Suryowati/JawaPos.com)

Visi KBank Mendatang

Sebagai pemegang saham terbesar Bank Maspion, KBank berkomitmen untuk mendukung industri perbankan Indonesia pada empat area utama. Pertama, KBank berkomitmen untuk menyediakan kredit untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Saat ini, industri perbankan hanya mampu membiayai sekitar 34 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Artinya, masih banyak ruang pembiayaan tersisa yang dapat diisi oleh KBank dan Bank Maspion. Kedua, KBank juga akan meningkatkan pembiayaan UMKM untuk mendorong tercapainya inklusi keuangan yang lebih luas.

Berdasarkan data International Finance Corporation (IFC), Indonesia diperkirakan membutuhkan tambahan pendanaan UMKM sebesar Rp 3.300 triliun hingga 2026. KBank dengan pengalamannya dalam pembiayaan UMKM di Thailand, akan mendukung perluasan pembiayaan UMKM Indonesia.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore