Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 24 November 2023 | 22.02 WIB

BI Proyeksikan Kredit Tumbuh 10-12 Persen Tahun Depan

Gubernur BI Perry Warjiyo - Image

Gubernur BI Perry Warjiyo

JawaPos.com - Bank Indonesia (BI) memastikan intermediasi perbankan terus tumbuh positif. Didukung oleh lending capacity yang baik sejalan dengan likuiditas yang memadai. Prospek pertumbuhan kredit berada di kisaran 9-11 persen akhir tahun ini.

Gubernur BI Perry Warjiyo menuturkan, kredit perbankan pada Oktober 2023 tumbuh 8,99 persen year-on-year (YoY). Hanya sedikit lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang tumbuh 8,96 persen YoY.

Peningkatan permintaan pembiayaan sejalan dengan kinerja korporasi dan konsumsi rumah tangga yang terjaga. "Secara sektoral, pertumbuhan kredit terutama ditopang oleh sektor jasa sosial, jasa dunia usaha, dan pertambangan," katanya usai rapat dewan Gubernur BI di Gedung Thamrin, Kamis (23/11).

Pembiayaan syariah juga meningkat mencapai 14,68 persen. Di segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pertumbuhan kredit sebesar 8,36 persen YoY. Didukung oleh penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) yang meningkat.

Ke depan, Perry menyatakan akan terus mendorong penyaluran kredit maupun pembiayaan perbankan. Serta memperkuat sinergi dengan pemerintah untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Terutama pada sektor-sektor prioritas, inklusi, dan ekonomi hijau.

"Dengan memperhatikan perkembangan tersebut, prospek pertumbuhan kredit pada 2023 diprakirakan tetap di kisaran 9 sampai 11 persen dan meningkat pada 2024," ungkap lulusan Iowa State University itu.

Chief Economist Bank BTN Winang Budoyo meyakini kredit perbankan masih akan terus positif. Meski, menjelang tahun politik banyak pengusaha yang wait and see. Tapi di sisi lain, ekonomi tetap harus berjalan.

"Saya rasa pertumbuhan kredit akan mengikuti pertumbuhan ekonomi negara. Paling tidak sesuai dengan proyeksi (kredit tumbuh) 10 sampai 12 persen di 2024," ungkap Winang dalam diskusi Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) di Mason Pine Hotel, Padalarang.

Khusus untuk pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR), dia meyakini bisa di atas proyeksi itu. Sekitar 12-15 persen di tahun depan. Sejalan dengan insentif yang diberikan pemerintah berupa pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DPT). Ditambah, kebutuhan masyarakat terhadap rumah masih tinggi. Tercatat, backlog perumahan di Indonesia sebesar 12,71 juta.

KPR nyatanya masih menjadi opsi utama konsumen di Indonesia dalam melakukan pembelian rumah. Survei harga properti residensial (SHPR) BI menunjukkan sebanyak 75,5 persen konsumen melakukan pembelian rumah dengan skema KPR per kuartal III 2023. Sisanya, secara tunai bertahap dan tunai.

Selain itu, suku bunga telah mencapai puncaknya dan The Federal Reserve (The Fed) memiliki peluang untuk menurunkan suku bunga acuannya pada semester I 2024. Hal itu tentu akan menurunkan biaya dana. "Saya yang meyakini suku bunga The Fed bakal turun. Proyeksi pasar terbaru bahkan mungkin Mei 2024 bisa turun," ujar Winang.

Fungsi Intermediasi Perbankan Oktober 2023

-pertumbuhan kredit: 8,99 persen YoY
-pertumbuhan DPK: 3,43 persen YoY
-pembiayaan syariah: 14,68 persen YoY
-AL/DPK: 26,36 persen
-NPL gross/neto: 2,43 persen/0,77 persen
-CAR: 27,33 persen

Sumber: Bank Indonesia

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore