
Ilustrasi investasi.
Kontrak berjangka bukan instrumen investasi yang familier. Tahun lalu, nilai transaksi multilateral di dua platform bursa berjangka mencapai sekitar Rp 362 triliun dalam setahun. Jauh jika dibandingkan di bursa efek Indonesia yang berkisar Rp 14 triliun hanya dalam sehari.
---
HEAD of Corporate Communications PT International Business Futures Andri Darmawan mengatakan, sistem bursa berjangka memang berbeda dengan pasar modal. Sebab, investor membeli sebuah kontrak dari komoditas tertentu.
’’Kontrak itu menjadi ikatan bahwa komoditas tersebut diantar pada waktu yang tertera. Pergerakan harga sebelum kontrak menjadi dasar jual belinya,’’ paparnya kepada Jawa Pos pekan lalu.
Komoditas yang bisa diikat dalam kontrak berjangka cukup banyak. Di antaranya, hasil agro seperti kelapa sawit, karet, kopi, dan kakao. Selain itu, produk industri seperti gula pasir, kertas, semen, dan pupuk. Juga, ada hasil laut seperti udang, ikan, dan rumput laut. Bahkan, ada barang pertambangan dan energi seperti emas, timah, hingga batu bara.
Bursa berjangka juga menawarkan sistem perdagangan alternatif dalam perdagangan bilateral dengan produk. Misalnya, emas berjangka internasional. Juga, ada indeks bursa. Misalnya, Nasdaq100 Futures, S&P500 Futures, dan Nikkei225 Futures. ’’Sebagian besar perdagangan memang untuk indeks dan loco gold. Tapi, kami berharap komoditas juga bisa berkembang,’’ paparnya.
Andri mengatakan, pemangku kepentingan sudah bekerja keras agar ekosistem bursa berjangka berkembang. Dulu, salah satu alasan masyarakat ragu masuk adalah modalnya besar. Misalnya, satu lot kontrak kopi atau kakao berisi 5 ton kilogram (kg). Dengan harga Rp 30–40 ribu per kg, investor harus mengeluarkan minimal Rp 150 juta.
Begitu juga komoditas emas berjangka. Dalam kontrak berjangka, satu lot bisa berkisar 10–250 gram emas. ’’Tapi, kami sudah membentuk lot mini. Investor hanya perlu membeli 0,1 lot. Di perusahaan kami, modal awalnya hanya perlu sekitar Rp 20 juta,’’ paparnya.
Saat ini, sistem lot mini tersedia untuk produk olein, turunan kelapa sawit, dan emas. Hal tersebut disebabkan dua komoditas tersebut merupakan yang paling diminati investor ritel.
Keuntungan kontrak berjangka adalah diperdagangkan bersifat dua arah. Dengan begitu, investor bisa untung, bahkan saat harga komoditas turun. Sebab, investor bisa menjual ’’kontrak’’ yang sebenarnya belum dimiliki.
Namun, tak berarti investasi itu tidak punya risiko karena kontrak punya tenggat waktu. Tugas para investor adalah memperdagangkan kontraknya sebelum batas waktu habis. Sebab, saat kontrak harus dieksekusi, produk tersebut bakal diantarkan. Itu artinya investor harus menjualnya kepada offtaker alias orang yang pembeli komoditas. Jika harganya sedang turun, pemilik kontrak bakal merugi.
’’Bisa juga investor menerima komoditas dan menyimpannya di gudang. Tapi, pasti ada cost dan harus dihitung apakah nanti untung bisa menutup biaya,’’ bebernya.
Sebelumnya, Pemeriksa Perdagangan Berjangka Komoditi Ahli Utama Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Sahudi mengungkapkan, peran bursa berjangka dalam ekonomi di Indonesia sebenarnya cukup penting. Sebab, bursa tersebut bisa menjadi acuan harga serta memberikan efek perlindungan bagi pemilik komoditas.
’’Hedge (lindung nilai) itu merupakan alat yang bisa menjamin bahwa harga yang dijual sesuai keinginan. Kalau hanya menjual, harga bisa terpengaruh faktor seperti cuaca, supply-demand, dan lain-lain,’’ jelasnya kepada Jawa Pos pekan lalu.
Fungsi kedua adalah instrumen investasi. Sebab, investor bisa masuk untuk mencoba peruntungan dengan kontrak berjangka komoditas. ’’Jadi, nanti yang menanggung risiko ya market maker ini. Sedangkan pedagang sudah aman dengan kontrak,’’ paparnya.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
