Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 13 November 2020 | 05.42 WIB

Fintech Hadir, Literasi dan Inklusi Keuangan Nasional Perlu Diperkuat

Pembeli membayar dengan cara digital di wisata kuliner Surabaya.  (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos) - Image

Pembeli membayar dengan cara digital di wisata kuliner Surabaya. (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos)

JawaPos.com – Teknologi finansial atau fintech memainkan peran penting dalam pemulihan ekonomi nasional. Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi industri fintech yang meningkatkan akses masyarakat terhadap pembiayaan. Tercatat, penyaluran pinjaman oleh fintech mencapai Rp 128,7 triliun atau meningkat 113 persen year-on-year (YoY).

Hingga September lalu, terdapat 89 fintech yang berkontribusi Rp 9,87 triliun pada transaksi layanan jasa keuangan Indonesia. Sebanyak Rp 15,5 triliun disalurkan penyelenggara fintech equity crowd founding berizin. "Hal ini merupakan perkembangan yang luar biasa," kata Jokowi dalam Indonesia Fintech Summit 2020, Rabu (11/11).

Indonesia, menurut pemimpin 59 tahun itu, masih memiliki pekerjaan rumah untuk mengembangkan industri finansial. Indeks inklusi keuangan 2019 berada pada level 76,19 persen.

Angka tersebut memang meningkat jika dibandingkan pada 2016. Namun, masih tertinggal dari beberapa negara ASEAN lainnya.

"Singapura 98 persen, Malaysia 85 persen, dan Thailand 82 persen," paparnya.

Begitu pula, tingkat literasi masyarakat terhadap keuangan digital masih sangat rendah, yakni 35,5 persen. Artinya, masih banyak warga yang menggunakan layanan keuangan informal. Jokowi mendorong para inovator fintech untuk bertindak sebagai penggerak utama (aggregator) literasi keuangan digital dan innovative credit scoring.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa pemerintah akan meningkatkan inklusi keuangan. Targetnya, inklusi keuangan sebesar 90 persen pada 2024. Dia optimistis fintech terus berperan penting dalam meningkatkan inklusi keuangan dan transformasi digital.

Airlangga menambahkan, fintech di Indonesia merupakan sektor yang paling dinamis dan kompetitif di dunia. Namun, kehadiran fintech juga merupakan tantangan.

"Literasi keuangan dan digital harus terus ditingkatkan, didukung dengan ekosistem yang kondusif, dan kolaborasi lintas sektor," imbuh Airlangga.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyebut digitalisasi sebagai kunci perekonomian nasional ke depan. Transformasi sistem pembayaran melalui quick response code Indonesian standard (QRIS) merupakan salah satu upaya BI untuk mengakselerasi go digital. Saat ini sudah ada lebih dari 5 juta merchant yang tersambung dengan QRIS.

Sementara itu, Founder dan Komisaris Berkah Fintech Syariah Dian Berkah mendukung upaya pemerintah untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan. Selain sebagai lembaga pembiayaan syariah (Islamic komersial finance) atau pembiayaan yang bersifat komersil, Dian akan aktif mengembangkan program Islamic social finance.

"Terutama bagi mereka yang tidak mampu pada level pembiayaan juga akan diberikan akses keuangan," tuturnya.

Direktur Berkah Fintech Syariah Farid Zanky mengaku siap bekerja sama dengan kampus dan para akademisi syariah. Yakni, menyiapkan program educampus.

RISIKO DAN TANTANGAN FINTECH

Shadow Banking

Model bisnis fintech yang mereplikasi layanan keuangan oleh perbankan

Kejahatan Siber

Meliputi proteksi data, tindak pidana pencucian uang, dan risiko operasional (transaksi error)

Teknologi Internet yang Borderless

Akses Internet yang Belum Merata

PERGESERAN SISTEM PEMBAYARAN RITEL

Provider | 2015 | 2019

BCA | 30 persen | 23 persen

BRI | 22,2 persen | 16 persen

Bank Mandiri | 19,8 persen | 16 persen

BNI | 9,5 persen | 8 persen

CIMB Niaga | 1,6 persen | 0,9 persen

Bank Permata | 1,1 persen | -

XL Axiata | 0,9 persen | -

OCBC NISP | 0,9 persen | -

Bank Mega | 0,8 persen | -

Bank Danamon | 0,8 persen | -

OVO | - | 9 persen

GoPay | - | 8,4 persen

Dana | - | 4,6 persen

LinkAja | - | 2,5 persen

Shopee Pay | - | 1,6 persen

Sumber: Bank Indonesia

https://www.youtube.com/watch?v=iLwrR4RPIEk&ab_channel=jawapostvofficial

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore