Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 November 2019 | 15.04 WIB

Hotel Indonesia Natour Gaet PNM IM Terbitkan MTN Rp 45 Miliar

Andy Fahril Manvaludhi, Direktur Keuangan & SDM Hotel Indonesia Natour (Persero) (kedua dari kiri) berjabatan tangan  dengan Bambang Siswaji, Direktur Utama PT PNM Investment Management (ketiga dari kiri) seusai Penandatanganan Perjanjian Penerbitan Mediu - Image

Andy Fahril Manvaludhi, Direktur Keuangan & SDM Hotel Indonesia Natour (Persero) (kedua dari kiri) berjabatan tangan dengan Bambang Siswaji, Direktur Utama PT PNM Investment Management (ketiga dari kiri) seusai Penandatanganan Perjanjian Penerbitan Mediu

JawaPos.com - Sinergi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kembali dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat kinerja usahanya. Kali ini, kerja sama dilakukan PT Hotel Indonesia Natour (Persero) dengan PNM Investment Management dalam menggalang dana dari pasar modal melalui penerbitan surat utang medium term notes (MTN).

Direktur Keuangan & SDM Hotel Indonesia Natour (Persero), Andy Fahril Manvaludhi mengatakan, surat utang Medium Term Notes V Hotel Indonesia Natour Tahun 2019 diterbitkan senilai Rp 45 miliar dengan jangka waktu tiga tahun.

“Kami apresiasi kepercayaan investor yang telah menyerap surat utang MTN Perseroan hingga seri V ini. Kepercayaan ini akan dijaga karena menjadi modal penting bagi HIN dalam mengembangkan bisnis ke depannya,” katanya usai penandatanganan Perjanjian Penerbitan Medium Term Notes V Hotel Indonesia Natour Tahun 2019 di Jakarta, Rabu (06/11).

Menurutnya, dana MTN ini akan digunakan untuk menambah modal kerja pengembangan bisnis perhotelan Perseroan berupa renovasi sejumlah hotel di Bali, Yogyakarta, Medan dan Sukabumi.

Saat ini, BUMN hasil merger antara PT Hotel Indonesia Internasional dan PT Natour pada 13 Oktober 1999 ini mengelola 12 unit hotel dan resort di Bali, Jawa dan Sumatera. Ke-12 unit itu terdiri dari 1 hotel bintang 5 dengan brand Inaya, 7 hotel bintang 4 dengan brand "Grand Inna" dan 4 hotel bintang 3 dengan brand "Inna".

"Di tengah makin ketatnya persaingan bisnis perhotelan, kita harus dan terus melakukan banyak inovasi. Salah satunya dilakukan renovasi hotel-hotel kita yang strategis," jelasnya.

Upaya inovasi dan ekspansi bisnis tersebut dinilai strategis mengingat pengembangan sektor pariwisata yang menjadi program pemerintah tak bisa lepas dari bisnis perhotelan. Apalagi, daerah-daerah tersebut juga menjadi destinasi utama wisata di Indonesia dan sudah memiliki sektor pariwisata yang berkembang pesat.

"Adanya prioritas pengembangan 10 Bali Baru ini menjadi harapan besar bagi para pelaku bisnis perhotelan. Prospeknya bakal cerah sehingga market inbound ke Indonesia bisa semakin tumbuh dan berkembang di masa mendatang," katanya.

Direktur Utama PNM Investment Management, Bambang Siswaji mengatakan pihaknya akan berinvestasi pada Medium Term Notes V Hotel Indonesia Natour Tahun 2019. Surat utang ini akan dijadikan sebagai underlying asset produk reksa dana penyertaan terbatas (RDPT) yang akan diterbitkan.

"Dengan penerbitan produk ini, PNM Investment berupaya menjembatani para investor di pasar modal dalam membantu pengembangan pariwisata sebagai sektor unggulan ekonomi nasional. Selain itu dengan prospek yang cerah maka investasi ini juga akan semakin menarik," katanya.

Selama ini melalui penerbitan Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT), PNM Investment terus memperkuat dukungan pendanaan pasar modal kepada sektor riil, khususnya perusahaan BUMN yang bergerak di sektor infrastruktur, industri penghasil devisa, sektor ekonomi kreatif dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore