
Ilustrasi Initial Public Offering/IPO PT Cottonindo Ariesta Tbk
JawaPos.com - Perusahaan industri kapas PT Cottonindo Ariesta Tbk (KPAS) resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui proses pencatatan saham perdana (Initial Public Offering/IPO) menjadi emiten ke 40.
KPAS melepas sahamnya sebanyak 268.000.000 juta lembar saham dengan harga penawaran perdana Rp 168 per lembar. Dengan demikian KPAS mampu meraih dana sebesar Rp 45,02 miliar.
Dalam debut perdananya, saham KPAS tak bergerak dari posisi harga penawaran pertama di level Rp168 per lembar. Saham KPAS belum ditransaksikan, dengan demikian jumlah transaksi, volume, juga nilai transaksi yakni 0. Namun, pada pukul 10.04 JATS, saham KPAS melejit 69 persen ke Rp 284.
Corporate Secretary KPAS Johan Kurniawan mengatakan, aksi korporasi ini merupakan langkah strategis bagi pengembangan bisnis perusahaan. Tencananya hasil IPO yang sebesar 75 persen akan digunakan untuk akuisisi lahan, sementara 25 persen sisanya untuk belanja modal.
"Kita sudah ada 1 pabrik di Subang terdiri 5 bangunan pabrik, untuk kondisi sekarang tanahnya enggak mencukupi untuk menambah kapasitas. Kedepannya dana IPO ini untuk beli tanah di Desa Purwadadi, Subang. Ini akan jadi pabrik kedua di sana. Jadi kita beli tanah seluas 5 hektare dan bangunan pabrik,” ujarnya di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (5/10).
Adapun PT UOB Kay Hian Sekuritas dipercaya menjadi penjamin pelaksana emisi efek. Cottonindo Ariesta memproduksi tiga jenis produk kapas, yaitu kapas kecantikan, kapas industrial dan kapas kesehatan.
Secara bersamaan, perusahaan juga menerbitkan sebanyak 67.000.000 waran seri I yang menyertai saham baru perusahaan atau sebanyak 13,40 persen dari jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh pada saat penyertaan pendaftaran dalam rangka IPO tersebut.
Waran seri I ini pun diberikan kepada pemegang saham secara gratis sebagai insentif bagi para pemegang Saham Baru yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada Tanggal Penjatahan.
Harga penawaran surat perintah I adalah Rp 260 dengan nilai total Rp17,42 miliar. Sekitar 75 persen dari hasil IPO akan digunakan untuk memperoleh tanah dan sisanya 25% untuk belanja modal.
Setiap pemegang Saham Baru Perseroan berhak memperoleh satu Waran Seri I di mana setiap satu Waran Seri I memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli empat saham baru Perseroan yang dikeluarkan dalam portepel.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
