
Karyawan berada di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat berpotensi bergerak volatil seiring pelaku pasar mencermati sentimen dari domestik maupun global.
IHSG pada Jumat pagi dibuka menguat 6,71 poin atau 0,11 persen ke posisi 5.846,49. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 1,38 poin atau 0,24 persen ke posisi 579,54.
“Selama IHSG mampu bertahan di atas area 5.644-5.600, peluang penguatan menuju 6.000-6.050 hingga 6.181-6.230 masih terbuka. Sebaliknya, jika area 5.644 kembali ditembus, risiko pelemahan lanjutan menuju 5.500 perlu diwaspadai,” ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.
Dari mancanegara, sentimen investor membaik seiring meredanya kekhawatiran inflasi setelah harga minyak terkoreksi tajam. Penurunan harga minyak mendorong rotasi dana ke sektor defensif dan finansial, sekaligus mengurangi tekanan terhadap ekspektasi inflasi jangka pendek.
Harga minyak mentah jenis Brent tercatat berada di level 95,62 dolar AS per barel, sementara jenis WTI berada di level 93,30 dolar AS per barel, pada perdagangan hari ini pukul 09.25 WIB.
Dari dalam negeri, pemerintah dan DPR tengah mempersiapkan pembentukan Indonesia International Financial Center (IIFC) melalui revisi UU P2SK sebagai upaya memperkuat daya saing sektor keuangan nasional dan menarik investasi global.
IIFC akan menjadi kawasan keuangan internasional dengan berbagai keistimewaan regulasi, termasuk insentif perpajakan, pengawasan khusus, serta mekanisme penyelesaian sengketa yang lebih cepat guna meningkatkan kepastian hukum bagi investor.
Kawasan tersebut dirancang sebagai pusat aktivitas jasa keuangan yang mencakup perbankan, asuransi, dana pensiun, modal ventura, hingga family office. Kehadiran IIFC diharapkan dapat memperdalam pasar keuangan domestik, memperluas sumber pembiayaan, serta meningkatkan arus investasi asing ke Indonesia.
"Namun, efektivitas implementasinya akan sangat bergantung pada desain regulasi, lokasi kawasan, dan kemampuan Indonesia bersaing dengan pusat keuangan regional yang telah mapan," ujar Liza.
Sementara itu, Badan Gizi Nasional (BGN) mengubah fokus Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah anggaran tahun 2026 dipangkas menjadi Rp268 triliun dari rencana awal Rp335 triliun.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Santri Cilik Tegur Bacaan Alquran Nusron Wahid: Ayat Alquran Jangan Diacak-acak!
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Brentford vs Sunderland di Liga Inggris: The Bees Berpeluang Gasak Tim Tamu!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
