Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 26 Oktober 2017 | 20.53 WIB

IHSG Tembus Level Tertinggi

Grafis tren pergerakan IHSG - Image

Grafis tren pergerakan IHSG

JawaPos.com - Indeks harga saham gabungan (IHSG) mencapai rekor terbaru kemarin (25/10), yakni berada di level psikologis 6.025,434 pada penutupan perdagangan. Total nilai transaksi mencapai Rp 8,691 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 9,158 miliar lembar saham.


Analis Recapital Sekuritas Indonesia Kiswoyo Adi menyatakan, capaian level psikologis tersebut sesuai dengan prediksi. ”Beberapa emiten perbankan besar sudah merilis laporan keuangan mereka dan hasilnya positif. Tinggal menunggu BRI dan BCA. Sektor konsumer pun positif sehingga berimbas positif ke IHSG,” ujarnya.


Di antara 10 indeks sektoral saham, hanya satu sektor yang mengalami penurunan, yaitu infrastruktur yang turun sebesar 13,064 poin menjadi 1.144,219. Sektor infrastruktur sebenarnya sempat menguat di angka 1.159,283. Total nilai transaksi saham sektor tersebut mencapai Rp 1,844 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 1,323 miliar lembar saham.


Sementara itu, sektor yang mengalami kenaikan indeks cukup besar adalah konsumer, yakni 37,216 poin dan ditutup di level psikologis 2.546,638. Total nilai transaksi sektor tersebut mencapai Rp 664,658 miliar dan diperdagangkan sebanyak 969 juta lembar saham.


”Faktor internal memang masih terdorong oleh laporan keuangan emiten di bursa, sedangkan faktor eksternal masih menunggu penetapan kenaikan suku bunga The Fed. Situasi geopolitik saat ini belum terlalu berpengaruh terhadap indeks saham kita,” paparnya.


Sektor saham keuangan menyumbang nilai transaksi terbesar, yakni Rp 2,111 triliun dari 10 indeks sektoral saham. Volume yang diperdagangkan mencapai 1,153 lembar saham. Sebanyak 206 saham yang diperdagangkan menguat, 124 saham stagnan, dan 136 saham melemah. Investor asing mencatatkan net buy Rp 130,39 miliar di seluruh pasar dan Rp 109,47 miliar di pasar reguler.


IHSG yang tembus ke level 6.000 atau tertinggi dalam sejarah tersebut mendapat perhatian dari Menkeu Sri Mulyani Indrawati. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu mengungkapkan, ada dua hal yang membuat IHSG bisa memecahkan rekor.


Pertama, dipicu kinerja positif perusahaan-perusahaan yang melantai di bursa. ”IHSG itu selalu di-drive masalah fundamental,” kata Mulyani saat konferensi pers di gedung Kemenkeu kemarin.


Masalah fundamental tersebut berkaitan dengan perusahaan IPO apakah positif atau negatif dari sisi growth, sales, dan revenue. ”Kalau fundamental dari perusahaan yang listed ini baik, laporan keuangan bunganya naik, itu memberikan tren positif fundamental perusahaan tersebut,” jelasnya.


Faktor lain, IHSG juga dipengaruhi persepsi investor. Para investor melihat konsistensi pemerintah dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang tecermin dari pertumbuhan positif. Baik dari sisi konsumsi rumah tangga, ekspor, maupun impor.


”Kalau ini ditambah kerja pemerintah untuk melakukan simplifikasi, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, dan dunia usaha, momentum positif ini akan terus bisa menciptakan momentum yang baik,” tuturnya.


Meski begitu, Mulyani mengakui bahwa situasi tersebut tidak terlepas dari faktor eksternal. Di antaranya, kondisi ekonomi global dan negara-negara maju. Termasuk berbagai kebijakan ekonomi dan politik dunia. ’’Hal-hal itu yang harus kita perhatikan,’’ katanya.


Dia berharap neraca perusahaan yang masuk bursa makin sehat. ’’Karena ini menggambarkan arah yang positif dari kebijakan pemerintah dalam fiskal,’’ imbuhnya. (*)

Editor: Administrator
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore