
Ilustrasi Gedung Bursa Efek Indonesia
JawaPos.com - Pasar saham Indonesia di akhir pekan ini dibuka makin anjlok cukup dalam. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 115,97 poin atau 1,85 persen ke 6.138,11.
Sementara Indeks LQ45 turun 33,29 poin atau 3,24 persen menjadi 993,35, Jakarta Islamic Index (JII) melemah 21,46 poin atau 3,01 persen ke 21,46, dan indeks IDX30 turun 17,73 poin atau 3,16 persen ke 543,49.
Mengawali perdagangan, tak ada saham menguat, 44 saham melemah, dan 1 saham stagnan. Pagi ini, transaksi perdagangan mencapai Rp 61,12 miliar dari 30,2 juta lembar saham diperdagangkan.
Sektor-sektor penggerak IHSG seluruhnya melemah. Sektor industri dasar memimpin pelemahan hingga 3,07 persen.
Menurut Analis Senior PT KGI Sekuritas Indonesia, Yuganur Wijanarko, IHSG yang berada pada posisi rendah menjadi sentimen positif bagi investor untuk mengakumulasi pembelian, namun harus tetap mewaspadai koreksi lanjutan sebelum menentukan posisi beli.
Menurutnay, kebangkitan IHSG dari posisi low sudah mencerminkan sebagian besar sentimen positif yang ada.
"Sehingga, pelaku pasar mesti lebih bijaksana menunggu kelanjutan koreksi minor atau konsolidasi sebelum mengakumulasi pembelian di posisi baru," kata Yuganur, di Jakarta, Jumat (23/3).
Dengan demikian, jelas dia, pelaku pasar disarankan untuk menunggu koreksi lanjutan IHSG pada perdagangan hari ini sebelum melakukan akumulasi, dan mempertimbangkan empat saham berikut:
1. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dengan target profit taking di kisaran Rp 9.275-9.475, memiliki dua arah masuk pembelian di level Rp 8.750 dan Rp 8.650, disarankan cut-loss pada posisi Rp 8.450.
2. PT Astra International Tbk (ASII), dengan target profit taking di kisaran Rp 7.600-7.700, memiliki dua arah masuk pembelian di level Rp 7.225 dan Rp 7.125, disarankan cut-loss pada posisi Rp 7.025.
3. PT Harum Energy Tbk (HRUM), dengan target profit taking di kisaran Rp 3.150-3.250, memiliki dua arah masuk pembelian di level Rp 2.710 dan Rp 2.610, disarankan cut-loss pada posisi Rp 2.530.
4. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), dengan target profit taking di kisaran Rp 31.500-32.500, memiliki dua arah masuk pembelian di level Rp 26.800 dan Rp 25.800, disarankan cut-loss pada posisi Rp 24.800.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
