
Ilustrasi penukaran mata uang di sebuah money changer
JawaPos.com - Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) diharapkan dapat lebih terbatas untuk menahannya dari pelemahan yang lebih dalam.
Menurut analis PT Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan, meski rupiah telah berada di area batas bawah atau supportnya namun, belum terlihat adanya indikasi pembalikan arah menguat.
Reza menjelaskan, laju EUR yang masih kembali melemah seiring kondisi politik di Italia dimana belum adanya mayoritas partai yang memenangi pemilihan umum membuat laju USD berkesempatan untuk kembali menguat.
Di sisi lain, minimnya sentimen positif dari sisi moneter membuat rupiah belum menemukan peluang untuk kembali terapresiasi.
“Akibatnya nilai tukar rupiah masih berpotensi melemah," ujarnya di Jakarta, Selasa (6/2).
Dia memperkirakan, rupiah akan bergerak dengan kisaran pada kisaran support 13.766 dan batas atas atau resisten 13.745.
“Tetap cermati dan waspada masih adanya pelemahan lanjutan,” tandasnya.

Resmi! Daftar Line Up Skuad Clash of Legends 2026 Barcelona Legends vs DRX World Legends di GBK
Harga LPG Non Subsidi Naik per 18 April 2026, Cek Daftar Harga Terbarunya!
Heboh Isu Perselingkuhan Istri Ahmad Sahroni dengan Seorang Duda Drummer Band Tahun 90-an, Netizen: Ketahuan Mulu Mesra-mesraan di Publik
Dugaan Penipuan Lowongan Kerja Libatkan Eks Camat Pakal, DPRD Surabaya Desak Pengawasan ASN Diperketat
Kecewa Berat! Francisco Rivera Ungkap Kondisi Ruang Ganti Persebaya Surabaya Usai Kalah dari Madura United
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Deretan 11 Kuliner Pempek Terenak di Bandung yang Wajib Masuk Daftar Kunjungan
Kick-off Sempat Dimajukan! Ini Jadwal Resmi Persib Bandung vs Arema FC di GBLA
Tak Ada Timnas Indonesia U-17! Klasemen Runner-up Terbaik Piala AFF U-17 2026 Usai Thailand Dikalahkan Laos
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
