Kepala Departemen Legal Asosiasi Asuransi Jiwa lndonesia (AAJI) Hasinah Jusuf dalam Media Gathering AAJI di Bogor, Jawa Barat, Rabu. (Istimewa)
JawaPos.com - Kepala Departemen Legal Asosiasi Asuransi Jiwa lndonesia (AAJI) Hasinah Jusuf menilai rencana Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) untuk mengonsolidasikan bisnis BUMN sektor asuransi tidak berdampak terhadap bisnis perusahaan asuransi swasta.
“Kalau saya melihatnya sih (perusahaan asuransi swasta) tidak ter-impact (terdampak) apapun, karena memang kan player-nya (pelaku usahanya) beda,” ujarnya saat ditemui usai memberikan materi dalam Media Gathering AAJI di Bogor, Jawa Barat, Rabu.
Ia menuturkan, inisiatif Danantara Indonesia tersebut juga tidak terlalu berdampak terhadap pelaku asuransi swasta karena adanya perbedaan pasar dan nasabah.
Wanita yang juga menjabat sebagai Direktur Legal & Compliance Allianz Life Indonesia, salah satu perusahaan asuransi jiwa swasta di Indonesia, mengatakan bahwa perusahaan asuransi swasta lebih banyak menanggung polis individu daripada polis kumpulan.
Sementara perusahaan asuransi milik negara cenderung banyak menanggung polis kumpulan.
“Jadi, saya tidak melihat (konsolidasi BUMN asuransi) itu impact-nya (dampaknya) terlalu besar ke yang individu (yang menjadi pasar utama asuransi swasta,” kata Hasinah Jusuf.
Pada Rabu (18/6), Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria menyampaikan Danantara Indonesia akan melakukan konsolidasi bisnis terhadap perusahaan-perusahaan BUMN di sektor logistik dan asuransi.
Ia mengatakan lini usaha asuransi yang dijalankan oleh beberapa BUMN memiliki kapasitas bisnis yang kecil dan tidak kompetitif.
“Jasa Raharja punya insurance (asuransi) juga, kemudian Pertamina punya Tugu Insurance, BRI punya insurance, BNI punya insurance. Tapi tidak cukup size-nya (cakupannya), tidak kompetitif,” ujarnya.
Dony menyatakan, sebagai tahap awal, Danantara Indonesia telah melakukan evaluasi fundamental bisnis (fundamental business review) terhadap perusahaan-perusahaan BUMN terkait.
Sementara, pada tahap kedua, pihaknya akan melakukan konsolidasi bisnis (business consolidation) dengan merampingkan atau melakukan merger terhadap perusahaan-perusahaan BUMN tersebut.
"Sehingga, akan terjadi konsolidasi bisnis dari tadinya (total) 888 perusahaan BUMN (dari semua sektor), kami harapkan nanti menjadi tinggal di bawah 200 perusahaan yang memang kokoh dan kuat," ujar Dony.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
