
Ilustrasi pemanfaatan fintech P2P. (Istimewa)
JawaPos.com - Aturan batas atas suku bunga atau manfaat ekonomi pinjaman daring (pindar) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih menimbulkan perdebatan. Di satu sisi, dapat menciptakan keseimbangan antara keuntungan investor dan kemampuan bayar peminjam.
Namun, juga berpotensi membatasi ruang gerak penyedia layanan fintech dalam menyalurkan kredit, terutama kepada peminjam berisiko tinggi yang unbankable. Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Entjik S. Djafar menuturkan, saat ini batas manfaat ekonomi yang ditetapkan oleh OJK sudah sesuai market. Baik dari sisi borrower maupun lender.
"Memang perlu diatur guna melindungi konsumen agar bunga tidak liar dan tinggi, yang akhirnya memberatkan borrower," katanya kepada Jawa Pos, Rabu (11/6).
Memang, sasaran industri pindar untuk masyarakat unbanked dan underserved. Sehingga sangat berisiko tinggi.
"Hanya saja menurut kami manfaat ekonomi yang saat ini diatur oleh OJK masih dapat menutupi risiko tersebut," imbuhnya.
Entjik menyatakan, salah satu fokusnya dalam melindungi konsumen (consumen protection). Dia meyakini tahun ini, pembiayaan pindar di periode ini bisa tumbuh double digit. Terutama didorong oleh permintaan pembiayaan konsumtif atau sektor multiguna.
"Di tengah tantangan ekonomi masyarakat, pindar bisa menjadi solusi keuangan jika digunakan secara bertanggung jawab," tandasnya.
Head of Center Digital Economy and SMEs Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Izzudin Al Farras Adha memandang, industri pindar atau peer-to-peer lending (P2P lending) memiliki peran penting dalam meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia. Sejalan dengan kemampuannya dalam menjangkau masyarakat yang tergolong underbanked dan unbanked.
Laporan Google, Temasek, dan Bain pada 2022 menunjukkan bahwa secara total terdapat 81 persen masyarakat Indonesia yang masih kurang terlayani layanan keuangan (underbanked) atau sama sekali tidak memiliki akses terhadap layanan keuangan (unbanked).Jumlah pinjaman melalui platform pindar mengalami peningkatan yang signifikan sepanjang 2024 hingga awal 2025.
Lebih dari 23 juta akun rekening aktif tercatat dengan total pinjaman outstanding mencapai Rp 80 triliun per Februari 2025."Peningkatan ini mencerminkan semakin masifnya adopsi layanan pinjaman daring oleh masyarakat Indonesia," terangnya.
Perkembangan pindar sebagai instrumen keuangan tumbuh sangat pesat, terutama di negara berkembang dan maju, khususnya di Indonesia. Pindar hadir sebagai solusi inklusi keuangan bagi individu dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang sering mengalami kesulitan dalam memperoleh akses kredit dari perbankan tradisional.
Melalui platform online, proses pembiayaan menjadi lebih mudah dan cepat, tanpa harus melalui prosedur kompleks sebagaimana yang umum berlaku di sektor perbankan konvensional. Pertumbuhan industri ini diiringi dengan tantangan suku bunga tinggi yang dapat membebani peminjam, khususnya UMKM.
Makanya, regulator menerapkan kebijakan batas atas suku bunga. Yang bertujuan untuk melindungi konsumen dari potensi eksploitasi finansial yang dapat meningkatkan risiko gagal bayar.
Farras menyatakan, bahwa efektivitas batas atas suku bunga masih menjadi perdebatan. Di satu sisi, keberadaan batas atas suku bunga dapat menciptakan keseimbangan antara keuntungan investor dan kemampuan bayar peminjam.
Namun di sisi lain, kebijakan ini berpotensi membatasi ruang gerak penyedia layanan fintech dalam menyalurkan kredit. Khususnya kepada peminjam berisiko tinggi yang umumnya tidak memiliki akses ke layanan perbankan konvensional.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
