
Head of Leisure Panorama JTB Andini Tirtawisata, Country Manager VISA Indonesia Vira Widiyasari, Executive Director Marketing Communication OCBC Amir Widjaya, Director of OCBC Johannes Husin.
JawaPos.com - Perbankan masih optimistis bisnis kartu kredit tumbuh positif di tengah maraknya buy now pay later (BNPL) alias paylater. OCBC mencatatkan lonjakan signifikan dalam transaksi kartu kredit. Sementara SMBC Indonesia menghadirkan s-Card, kartu kredit tambahan Jenius.
Executive Director, Marketing Communication Division Head OCBC Amir Widjaya menyatakan, nilai transaksi kartu kredit tumbuh 68 persen secara tahunan. Peningkatan ini dinilai sebagai sinyal positif atas kepercayaan masyarakat terhadap layanan keuangan. Serta semakin tingginya adaptasi terhadap penggunaan pembayaran non-tunai.
Selain itu, juga merupakan cerminan dari kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Sekaligus menunjukkan pergeseran perilaku keuangan yang lebih modern dan efisien.
"Mencerminkan bagaimana adaptifnya masyarakat dalam memanfaatkan instrumen pembayaran non-tunai secara bijak dan produktif," kata Amir kepada Jawa Pos, Kamis (8/5).
Dia menegaskan, bahwa penggunaan instrumen pembayaran non-tunai secara bijak dan produktif menjadi bagian penting dari strategi OCBC. Sehingga mampu mendorong inklusi keuangan yang berkelanjutan.
"Memastikan pertumbuhan ini berlangsung sejalan dengan prinsip kehati-hatian dan edukasi keuangan yang berkelanjutan," tambahnya.
OCBC menargetkan pertumbuhan kredit di berbagai sektor. Sebagai bagian dari strategi diversifikasi dan inovasi produk.
"Sektor perjalanan menjadi salah satu kategori transaksi utama yang dilakukan oleh nasabah menggunakan kartu kredit OCBC," ungkapnya.
Hingga kuartal I 2025, OCBC menyalurkan kredit senilai Rp 168,9 triliun. Meningkat 11 persen secara tahunan. Kredit konsumer tumbuh 16 persen year-on-year (YoY).
Teranyar, OCBC bekerja sama dengan Disney meluncurkan kartu kredit OCBC Star Wars Platinum. Yang tidak hanya memfasilitasi kebutuhan gaya hidup.
Tapi juga mengusung misi literasi keuangan. Meningkatkan kesadaran akan pentingnya mengelola kebiasaan baik dalam bertransaksi.
Jenius mencatatkan pertumbuhan positif pada kuartal I 2025. Head of Business Stream Jenius SMBC Indonesia Anita Ekasari menuturkan, total penyaluran kredit naik 19 persen year-on-year, menjadi Rp 3,3 triliun.
Peluncuran Kartu Kredit Tambahan Jenius, yakni s-Card menjadi opsi baru selain Kartu Kredit Utama (d-Card) di kalangan pengguna. "Kami sangat optimis terhadap pertumbuhan segmen kartu kredit dan produk pay later," ujarnya Anita saat peluncuran s-Card di bilangan Thamrin, Kamis (8/5).
Selain itu, paylater juga menunjukkan tren positif meski terbatas pada segmen pengguna tertentu. Paylater diberikan dengan limit Rp 500 ribu hingga Rp 2 juta bagi pengguna yang belum memiliki riwayat kredit. Sebagai pengenalan awal sebelum beralih ke kartu kredit reguler.
Anita menambahkan, rasio kredit macet masih terkendali di bawah 5 persen sesuai ketentuan OJK. "Ini menunjukkan bahwa penyaluran kredit tetap sehat kendati volume meningkat," tegasnya.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
