Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 8 Mei 2025 | 04.29 WIB

Tren Digital Banking Meningkat, Superbank Gencar Kerja Sama dengan OVO

Jumpa pers Ovo umumkan layanan menabung dengan menggandeng Superbank. (Rian Alfianto/JawaPos.com) - Image

Jumpa pers Ovo umumkan layanan menabung dengan menggandeng Superbank. (Rian Alfianto/JawaPos.com)

JawaPos.com - Tren perbankan digital di Indonesia mulai naik daun dan terus menunjukkan perkembangannya setidaknya dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Selama satu dekade tersebut, perbankan digital atau digital banking mulai dikenalkan hingga akhirnya diterima dengan baik oleh masyarakat.

Digital banking sendiri banyak dipilih masyarakat, terutama di daerah perkotaan karena beberapa alasan. Pertama, digital banking dianggap lebih praktis lantaran hanya membutuhkan smartphone untuk semua prosesnya, mulai dari membuka rekening, memulai tabungan hingga transaksi lainnya.

Kedua, digital banking diminati juga karena dianggap lebih fleksibel. Di digital banking, hampir tidak ada lagi proses yang membutuhkan kertas, buku tabungan dan sejenisnya, semua tercatat secara digital di akun digital kita.

Selain itu, layanan yang siaga 24 jam juga menjadi pertimbangan kenapa digital banking ini banyak disukai masyarakat saat ini. Selain itu, fitur-fitur digital banking juga dianggap lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

Nggak heran kalau tren tersebut dimanfaatkan betul oleh para pemain digital banking baru. Seperti misalnya Superbank, yang baru established Juni 2024 lalu, kini mulai gencar mendongkrak jumlah nasabahnya.

Caranya adalah dengan mengumumkan kemitraan dengan platform digital lainnya. Setelah sebelumnya memulai langkah dengan aplikasi ride hailing Grab, kini Superbank bermitra dengan OVO untuk membuka layanan tabungan.

Dengan kata lain, OVO yang semula merupakan aplikasi e-wallet atau dompet digital, kini memiliki layanan tabungan berkat kemitraan dengan Superbank.

Sukiwan, Chief Business Officer Superbank menjelaskan, kerja sama ini menjadi salah satu upaya pihaknya dalam mendongkrak jumlah nasabah yang sudah ada sekarang. Dirinya mengklaim bahwa sejak diperkenalkan tahun lalu, layanan digital banking-nya mulai diminati masyarakat.

"Sejak diluncurkan Juni 2024 lalu, kita sudah memiliki lebih dari tiga juta nasabah. Kerja sama dengan OVO ini diharapkan juga dapat terus menambah jumlah nasabah dan kepercayaan masyarakat," jelas Sukiwan di jumpa pers di Jakarta, Rabu (7/5).

Sementara itu, Eddie Martono, Chief Operating Officer OVO menilai, kemitraan dengan Superbank ini sekaligus untuk menambah manfaat aplikasi OVO dari yang sudah ada sekarang. Kalau sebelumnya hanya sebatas dompet digital, diharapkan masyarakat juga bisa mulai menabung dengan dibukanya layanan tabungan tersebut.

"Kami melihat ada transisi dalam penggunaan electronic wallet, di mana generasi muda sekarang menggunakan alat ini untuk menyimpan uang. Ini menjadi salah satu landasan bagi kedua perusahaan untuk menciptakan produk yang mempermudah proses tersebut," kata Eddie di kesempatan yang sama.

Layanan OVO Nabung by Superbank juga  mendapat dukungan dari sejumlah pihak, seperti Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI). Yanti Pusparini, Direktur Eksekutif ASPI, menilai kalau produk OVO Nabung by Superbank akan mendorong pelaku keuangan untuk berinovasi dalam memberikan yang terbaik untuk masyarakat luas.

"Kami memang mendorong kolaborasi dan juga inovasi dari pelaku di industri sistem pembayaran, untuk terus berinovasi menyediakan layanan yang memang sesuai kebutuhan masyarakat," papar Yanti.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore