Direktur Sales and Distribution PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Anton Sukarna melakukan transaksi pembayaran menggunakan QRIS lewat super apps BYOND di Pasar Beringharjo Jogjakarta, Kamis (10/4).
JawaPos.com - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mengoptimalkan ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menggarap klaster pasar melalui transaksi ritel di pasar-pasar tradisional. Penyaluran pembiayaan segmen small medium enterprise (SME) juga tumbuh double digit.
Direktur Distribution and Sales BSI Anton Sukarna menjelaskan, pasar merupakan pusat ekonomi masyarakat di tataran akar rumput. Penguatan melalui pemberdayaan ekosistem pasar akan semakin memperkokoh ketahanan ekonomi dengan instrumen keuangan syariah.
"Menyasar pasar untuk membangun ekosistem halal yang nantinya akan terhubung dari hulu hingga hilir mulai produksi hingga penjualan di pasar," ucapnya saat mengunjungi Pasar Beringharjo, Jogjakarta, Kamis (10/4).
BSI memilih Pasar Beringharjo sebagai piloting ekosistem pasar. Mengingat Jogjakarta sebagai destinasi wisata nasional. Selain itu, juga menjadi pusat ekonomi daerah.
Beberapa layanan perbankan syariah akan dikembangkan di pasar. Yakni, BSI Agen, QRIS, dan pembayaran menggunakan mesin electronic data capture (EDC). Sehingga dapat mendorong transaksi keuangan syariah digital yang aman, cepat, dan mudah.
Total merchant QRIS BSI di area Jogjakarta sekitar 21 ribu. Dengan total transaksi hingga Maret 2025 mencapai Rp 16,3 miliar dan jumlah transaksi lebih dari 3.500 per merchant. Sedangkan total number of account (NOA) wirausaha sebanyak 4.545 nasabah.
Sepanjang 2024, total merchant QRIS BSI di seluruh Indonesia mencapai 448 ribu. Dengan jumlah transaksi mencapai 42,9 juta transaksi dan nilai transaksi Rp 3,5 triliun.
Sedangkan merchant EDC BSI mencapai 13 ribu dengan jumlah transaksi pada periode tersebut mencapai 1,3 juta transaksi. Adapun nilai atau volume transaksinya sebesar Rp 551 miliar.
“Segmen usaha didominasi oleh pedagang besar dan eceran, wirausaha makanan dan minuman, sosial budaya dan kerajinan,” terang Anton.
Pelaku UMKM memiliki peran besar terhadap perekonomian nasional. Data Kementerian Koordinator bidang Perekonomian mencatat, kontribusi UMKM mencapai 60 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Menyerap hampir 97 persen total tenaga kerja di seluruh Indonesia.
Hingga Februari 2025 BSI menyalurkan pembiayaan ke sektor UMKM sebesar Rp 52,09 triliun. Meningkat 12,69 persen secara tahunan.
Pembiayaan tersebut disalurkan kepada lebih dari 360 ribu nasabah. Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) BSI sebesar Rp 97,45 triliun atau 34,58 persen.
BSI mencatat penyaluran pembiayaan ke segmen SME hingga Februari 2025 mencapai Rp 21,37 triliun. Tumbuh 11,79 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 19,12 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa perputaran ekonomi khususnya perdagangan ritel tetap bergerak dan tumbuh.
"Kami akan terus mendorong segmen ritel dan juga SME agar terus tumbuh secara sustain disertai dengan konsistensi pendampingan usaha dan juga akses pembiayaan yang mudah dan cepat, tetapi tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudent)," ujar Plt Direktur Utama BSI Bob T. Ananta.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
