Awak media mengamati layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (18/3/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com – Seiring dengan pengumuman daftar nama pengurus Danantara, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau kembali anjlok. Dalam pembukaan perdagangan Senin (24/3), IHSG melemah ke level 6.242 pada pembukaan.
Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menuturkan, salah satu pemicu pelemahan IHSG itu dipicu karena adanya upaya mempercepat inbreng saham BUMN ke Danantara.
’’Salah satunya karena ada upaya mempercepat inbreng saham BUMN. Jadi, implikasinya kalau saham BUMN di-inbrengkan ke Danantara maka ini implikasinya kan ke dividen. Dividen yang tadinya dikelola pemerintah menjadi dimasukkan ke Danantara,’’ ujarnya kepada Jawa Pos, Senin (24/3).
Inbreng dikenal sebagai proses penyetoran saham dalam bentuk selain uang dari satu pihak ke pihak lainnya.
Bhima menyebut, dengan adanya inbreng tersebut, keuntungan yang didapat dari BUMN yang tergabung dalam Danantara bukannya masuk ke penerimaan negara, namun justru dialihkan ke Danantara. Sehingga, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang dihasilkan dari BUMN tersebut akan berkurang ke pemerintah.
Bhima melanjutkan, dalam pekan ini juga ada agenda Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) bank-bank BUMN. Dengan kondisi yang ada saat ini, Bhima menyebut market akan kembali merespons negatif.
Anjloknya IHSG disebutnya merupakan akumulasi dari berbagai kebijakan pemerintah yang diambil belakangan. Kritik publik bukannya ditanggapi dengan positif oleh pemerintah, namun justru sebaliknya.
’’Salah satu staf komunikasi dari presiden juga menyepelekan ancaman kepada media, yaitu Tempo. Itu preseden yang jelek sekali. Lalu aksi-aksi yang dilakukan menolak RUU TNI, tapi tetap disahkan. Nah ini menimbulkan gejolak bahwa Indonesia adalah negara yang makin tidak layak untuk dimasuki oleh investasi. Baik investasi portofolio maupun investasi langsung,’’ tutur Bhima.
Sehingga, jika IHSG terus menerus tergerus seperti saat ini, Bhima menyebut, kondisi serupa akan tercermin dari Foreign Direct Investment (FDI), untuk investasi di bidang infrastruktur, energi, perumahan, maupun pertanian.
’’Mereka akan memandang bahwa investor di pasar saham saja, ini khawatir nih soal kondisi ekonomi Indonesia. Apalagi investor langsung, ya, investasi langsung yang horizonnya tentu lebih panjang,’’ tuturnya.
Ke depan, Bhima menuturkan bahwa perlu ada perbaikan atas kondisi yang terjadi. Dia juga mendorong agar inbreng saham BUMN tersebut bisa ditunda.
Tata kelola Danantara juga menjadi pertanyaan. Sebab, semestinya yang menjadi fokus kondisi ekonomi saat ini adalah pemulihan daya beli masyarakat dan penciptaan lapangan kerja di sektor formal.
Selain itu, Bhima menekankan, militerisme di berbagai bidang, terutama di sektor ekonomi dan pertanian, food estate, makan bergizi gratis, akan menjadi preseden yang kurang baik terutama bagi persaingan usaha yang ada di Indonesia.
’’Jadi, dikhawatirkan dengan pemerintah semakin mendorong masuknya militer ke dalam berbagai pos-pos sektor ekonomi yang harusnya dikerjakan oleh masyarakat, maka yang terjadi adalah ketidakpercayaan atau distrust dari investor. Jadi akan ada perubahan stance investor, akan melihat Indonesia jadi pasar yang terlalu berisiko,’’ jelasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
