Ilustrasi. Gedung utama Bank HIMBARA. (Himbara)
JawaPos.com - Isu penarikan dana massal dari bank-bank BUMN tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial. Seruan ini muncul bersamaan dengan pembentukan super holding Danantara.
Direktur Eksekutif Segara Research Institute, Piter Abdullah, menilai ajakan tersebut sebagai black campaign yang dapat merugikan perekonomian nasional karena tidak berdasar fakta yang jelas.
“Saat ini bank-bank BUMN memiliki fundamental yang sangat baik. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Apalagi mereka juga dijamin LPS (Lembaga Penjamin Simpanan),” ujar Piter, Minggu (23/2).
Ia menekankan bahwa ajakan ini perlu dikoreksi karena dapat berdampak negatif bagi masyarakat kecil dan berisiko menimbulkan ketidakstabilan di sektor perbankan. Menurutnya, keberadaan Danantara tidak memengaruhi kinerja bank-bank Himbara. Justru, seruan tarik dana dapat memicu gejolak dalam sistem keuangan secara keseluruhan.
Jika ada pihak yang mencoba memanfaatkan isu ini untuk kepentingan tertentu, dampak sistemiknya bisa lebih luas. Sebelumnya, bank-bank BUMN seperti BRI, Bank Mandiri, dan BNI telah menegaskan bahwa kondisi keuangan mereka tetap solid. Mereka juga menegaskan bahwa operasional perbankan berjalan sesuai prinsip good corporate governance (GCG) serta berada di bawah pengawasan ketat dari regulator.
Fundamental Kuat, Bank Himbara Tetap Resilien
Ketua Umum Himbara, Sunarso, memastikan bahwa bank-bank pelat merah memiliki fundamental keuangan yang kuat. Laba yang terus tumbuh, kredit yang sehat, dan dana pihak ketiga (DPK) yang meningkat menunjukkan stabilitas sektor perbankan. Dengan tata kelola yang baik, bank-bank Himbara tetap mampu menopang pertumbuhan ekonomi nasional.
“Di tengah dinamika tantangan ekonomi global, fundamental kinerja Himbara sangat solid. Di samping itu, Himbara juga memastikan seluruh layanan operasional perbankan berjalan dengan lancar dan aman. Sehingga nasabah tetap mendapatkan akses layanan optimal terhadap berbagai produk dan layanan keuangan,” kata Sunarso.
Pada kuartal IV 2024, BRI mencatat laba bersih Rp 60,64 triliun, sedangkan Bank Mandiri meraih Rp 55,78 triliun. BNI membukukan laba bersih Rp 21,5 triliun, sementara BTN mencatat Rp 3 triliun. Dari sisi penyaluran kredit, BRI mencatat total Rp 1.354,64 triliun, dengan 81,97 persen dialokasikan untuk UMKM.
Bank Mandiri menyalurkan kredit senilai Rp 1.670,55 triliun, tumbuh 19,5 persen secara tahunan, dengan segmen wholesale sebagai motor utama pertumbuhan. Sementara itu, BNI mencatat pertumbuhan kredit 11,6 persen menjadi Rp 775,87 triliun, dan BTN tumbuh 7,3 persen menjadi Rp 357,97 triliun, mayoritas berasal dari kredit pemilikan rumah (KPR).
Di sisi dana pihak ketiga (DPK), BRI menghimpun Rp 1.365,45 triliun dengan rasio current account saving account (CASA) sebesar 67,3 persen. Bank Mandiri mencatat DPK Rp 1.699 triliun, dengan dominasi CASA mencapai 80,3 persen. BNI mencatat simpanan Rp 258 triliun, tumbuh 11 persen YoY, sedangkan BTN membukukan DPK Rp 381,67 triliun, meningkat 9,1 persen.
“Fundamental bisnis yang kuat dari bank-bank yang tergabung dalam Himbara juga mampu menjaga stabilitas industri perbankan yang akan berdampak positif bagi perekonomian nasional,” jelas Sunarso.
Perbankan Waspadai Tekanan Global
Perbankan nasional terus mencermati kondisi ekonomi global, terutama terkait penguatan dolar AS terhadap mata uang dunia, termasuk rupiah. Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi, menyebut bahwa pihaknya telah melakukan stress test untuk menghadapi skenario tekanan nilai tukar.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
