
Ilustrasi OJK. (Dok. JawaPos.com)
JawaPos.com - Produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) alias unitlink masih jadi salah satu produk unggulan asuransi jiwa. Meski, sudah bukan lagi penyumbang premi terbesar secara industri. Kini, masyarakat justru cenderung memilih produk endowment.
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ogi Prastomiyono menyatakan, sampai akhir 2024, premi unitlink masih menjadi salah satu penyumbang terbesar dari total premi asuransi jiwa. Walaupun memang bukan lagi sebagai yang terbesar. "Pendapatan premi dari produk unitlink menunjukkan tren peningkatan sepanjang 2024 ini," ucap Ogi lewat jawaban tertulis kemarin (28/1).
Untuk tahun ini, lanjut dia, produk unitlink masih akan menjadi salah satu produk unggulan asuransi jiwa. Meskipun, sebenarnya porsi unitlink telah berada pada ekuilibrium yang baru. Sekitar 25-28 persen dari total premi asuransi jiwa.
Ogi membenarkan bahwa permintaan terhadap produk endowment meningkat sejak adanya rekonstruksi pada unitlink. Yang saat ini memiliki porsi sebesar 31 persen dari total premi asuransi jiwa. "Kedua produk ini, baik unitlink maupun endowment, dinilai akan menjadi tulang punggung sumber premi bagi industri asuransi jiwa di masa yang akan datang," ungkapnya.
Direktur AXA Mandiri Rudi Nugraha mengakui, bahwa produk endowment yang semakin diminati. Sejalan dengan kebutuhan masyarakat yang menginginkan produk asuransi menawarkan manfaat pasti. Serta memberi perlindungan jangka panjang di tengah ketidakpastian ekonomi.
"Itu yang membuat produk endowment semakin diminati, karena mereka tidak ingin terpengaruh oleh fluktuasi pasar," jelas Rudi.
Wajar jika produk endowment kini mulai mendominasi pasar. Bukan karena masalah penjualan. Tapi karena permintaan pasar yang semakin tinggi.
Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu menilai, produk endowment masih menjadi pilihan utama bagi masyarakat. Terutama yang mengutamakan proteksi keuangan tanpa elemen investasi. Berbagai upaya dan inovasi akan terus dilakukan oleh perusahaan asuransi dalam mengembangkan produk endowment.
"Dengan menambahkan berbagai manfaat tambahan serta fitur digital
hal itu akan makin memperkuat penetrasi produk asuransi jiwa tradisional, termasuk endowment, di masyarakat," jelas Togar.
Perkembangan fitur produk unitlink juga akan makin mewarnai industri asuransi jiwa. Diharapkan akan memberikan lebih banyak pilihan kepada masyarakat. Serta menyesuaikan produk asuransi jiwa dengan kebutuhan proteksi dan keuangan.
Kinerja Industri Asuransi per Desember 2024
Aset Industri Asuransi
-Total: Rp1.133,87 Triliun
-Pertumbuhan: 2,03 persen YoY

7 Kebiasaan Malam Orang yang Tidak akan Pernah Berhasil dalam Hidup Menurut Psikologi
7 Kuliner Cwie Mie Terenak di Malang, Kuliner Ikonik dengan Cita Rasa Otentik
Kasus Penipuan ASN di Gresik Menghadirkan Fakta Baru, Pegawai DPMD Mengaku Jadi Korban
Kronologi Kasus Pelecehan Seksual FH UI, 16 Mahasiswa Terduga Pelaku Disidang Terbuka
13 Rekomendasi Mie Ayam Enak di Jogja, Kuliner Kaki Lima yang Rasanya Bak Resto Bintang Lima
Momen Terduga Pelaku Pelecehan di FH UI yang juga Anak Polisi Dikonfrontasi Mahasiswa
8 Rekomendasi Kuliner Bebek Terenak di Jogja: Sambal Menyala, Porsi Melimpah dan Rasa Istimewa
Tak Perlu ke Jogja, 12 Tempat Kuliner Gudeg Ini Ada di Malang yang Juga Istimewa dan Rasanya Juara
12 Kuliner Nasi Pecel Enak di Jember, Perpaduan Sayur Segar, Rempeyek dan Bumbu Kacang yang Sedap
Jangan Ketinggalan! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia U-17 di Piala AFF U-17 2026
