
Ilustrasi: Bank Indonesia. (Nurul Fitriana/JawaPos.com)
JawaPos.com - Bank Indonesia (BI) gencar memperluas implementasi penggunaan rupiah di skala internasional. Kemarin (15/10), bank sentral Indonesia itu dan dan Bank of Japan (BoJ) menyepakati perpanjangan perjanjian kerja sama bilateral swap arrangement (BSA). Pembaruan kerja sama ini memungkinkan Indonesia untuk melakukan penukaran rupiah dengan dolar AS (USD) maupun yen Jepang (JPY) sampai dengan USD 22,76 miliar dolar AS.
"BSA Indonesia dan Jepang adalah sebuah perjanjian bilateral pertukaran mata uang antara Bank Indonesia dengan Bank of Japan sebagai agen dari Kementerian Keuangan Jepang dalam bentuk penukaran mata uang rupiah dengan dolar AS (USD) maupun yen Jepang (JPY) sebagai opsi bantalan kedua (second line of defense) dalam menjaga ketahanan eksternal," jelas Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso.
Perjanjian yang ditandatangani oleh Gubernur BI Perry Warjiyo dan Gubernur BoJ Kazuo Ueda tersebut berlaku efektif mulai 14 Oktober 2024 hingga 13 Oktober 2027. Perpanjangan ini merepresentasikan peran penting kerja sama internasional sebagai bagian dari bauran kebijakan BI. Dengan demikian, dapat berkontribusi terhadap ketahanan eksternal perekonomian nasional.
Perjanjian kerja sama BSA Indonesia-Jepang kali pertama ditandatangani pada 17 Februari 2003. Beberapa kali telah diperpanjang. Terakhir pada 14 Oktober 2021 dengan masa berlaku tiga tahun.
Sebelumnya, BI juga memperkuat kerja sama bilateral dengan Tiongkok dalam Indonesia-China Business Forum (ICBF) 2024. Mengajak para investor asing untuk memanfaatkan peluang investasi ke dalam negeri, khususnya pada proyek strategis energi terbarukan, teknologi digital, serta hilirisasi industri. Salah satunya, proyek investasi strategis pembangkit listrik tenaga panas bumi (geothermal) di Candi Umbul Telomoyo, Jawa Tengah.
Deputi Gubernur BI Doni P. Joewono menyampaikan, stabilitas rupiah yang terjaga dan likuiditas yang memadai. Didukung penggunaan transaksi mata uang lokal alias local currency settlement (LCS) untuk perdagangan dan investasi bilateral. Sejak diimplementasikan pada tahun 2021 hingga Juli 2024, nilai transaksi antara Indonesia dan Tiongkok dengan menggunakan mata uang lokal mencapai USD 1,2 miliar.
"Dengan rata-rata pengguna bulanan telah mencapai lebih dari tiga ratus perusahaan," ungkapnya.
Menurut dia, penggunaan LCS mampu mengurangi ketergantungan pada USD. Sehingga dapat meminimalisasi risiko fluktuasi nilai tukar dan meningkatkan efisiensi transaksi lintas negara.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
