Plt Dirut BNI AM Ade Yusriansyah bersalaman dengan Wakil Direktur Utama Bank BTPN Darmadi Sutanto. (Agus Wirawan/Jawa Pos)
JawaPos.com - Transisi pemerintahan yang berjalan mulus dari Presiden ke-7 Joko Widodo ke Presiden ke-8 Prabowo Subianto diperkirakan bakal mendorong pertumbuhan industri reksadana dalam enam bulan kedepan. Karena itu, saat ini merupakan waktu yang tepat untuk berinvestasi jika ingin memperoleh imbal hasil yang optimal.
"Dari hasil riset pemilu 2004, 2009, 2014, 2019, ternyata enam bulan sebelum hingga enam bulan setelah ganti Presiden itu grafik pertumbuhan reksadana naik terus. Apalagi melihat transisi pemerintahan di 2024 ini berjalan lancar, saya yakin kenaikannya bisa lebih tinggi," ujar Direktur Investasi BNI Asset Management (BNI AM) Putut E Andanawarih usai MoU kerjasama penjualan reksadana dengan Bank BTPN, Rabu (9/10).
Belum lama ini Presiden Jokowi juga mengatakan bahwa transisi pemerintahan saat ini paling mulus dibanding sebelumnya. Pada 2014, Jokowi membutuhkan waktu 1,5 tahun untuk menata pemerintahan.
"Presidennya sudah jelas, kabinetnya juga sudah disiapkan, program-programnya siap dijalankan. Artinya, hampir pasti tidak ada hambatan dalam menjalankan pemerintahan yang baru," lanjut Putut.
Pelaku pasar seharusnya menangkap peluang ini. Namun sayangnya, kata Putut, kebanyakan investor justru wait and see. Mereka menunggu Presiden dilantik, kabinet terbentuk, program-pemerintah berjalan dulu baru berani berinvestasi. Ini yang salah karena momennya sudah lewat. Harusnya sekarang beli reksadana kalau mau cuan tinggi beberapa bulan lagi," tukasnya.
Putut mengaku langkah tersebut merupakan wejangan dari Warren Buffet yang telah dia terapkan selama ini."Warrent Buffet bilang saat orang lain pesimis, saat itulah kita harus rakus. Artinya, kita harus berani berinvestasi disaat kebanyakan orang masih menunggu kondisi ekonomi politik stabil," tegasnya.
Belakangan ini, kata Putut, instrumen investasi reksa dana berbasis indeks saham dan reksa dana pendapatan tetap semakin diminati investor retail, terutama di era tren penurunan suku bunga. Karena itu, BNI AM menjalin kerjasama penjualan reksadana dengan Bank BTPN melalui jaringan Bank BTPN sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) guna memperluas jaringan distribusi produk Reksa Dana BNI AM.
“Kami menyambut gembira kerja sama ini dan berharap ke depannya menjadi sinergi bisnis yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak. Bagi BNI AM tentunya akan semakin memperluas jaringan pemasaran reksa dana terutama reksa dana indeks yang menjadi produk andalan kami," ungkap Plt Direktur Utama BNI AM Ade Yusriansyah.
Wakil Direktur Utama Bank BTPN Darmadi Sutanto menilai kerjasama ini memberikan lebih banyak solusi investasi bagi nasabah BTPN."Kami percaya bahwa produk-produk reksa dana BNI Asset Management ini bisa menjadi pilihan investasi bagi para nasabah kami untuk bersama-sama mewujudkan kehidupan yang lebih bermakna," jelasnya.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
