
PT AXA Mandiri Financial Service (AXA Mandiri) melakukan penyesuaian premi.
JawaPos.com - Ketidakpastian ekonomi global turut mengerek inflasi sektor kesehatan. PT AXA Mandiri Financial Service (AXA Mandiri) lantas melakukan penyesuaian premi. Apalagi klaim asuransi kesehatan di industri asuransi terus menunjukkan peningkatan.
"Ada (penyesuaian). Karena di industri juga melakukan penyesuaian," kata Presiden Direktur AXA Mandiri Handojo G. Kusuma, Selasa (14/5).
Meski begitu, Handojo tidak merinci penyesuaian premi yang dikenakan. Dia berdalih perubahan harga premi tidak hanya terjadi di kesehatan saja. Tapi juga hampir di seluruh segmen industri asuransi.
Tentunya, kenaikan premi asuransi akan tetap mengacu pada kebutuhan dan perkembangan pasar. “Kami tidak bisa naik semena-mena juga. Kami memonitor juga dengan pergerakan dari premi yang memadai itu seperti apa yang ada di pasar,” bebernya.
Sepanjang 2023, AXA Mandiri mampu menbukukan laba bersih sebanyak Rp 1,33 triliun. Meningkat 13,2 persen secara year-on-year (YoY).
Perusahaan memperoleh pendapatan premi bruto sebanyak Rp 11,682 triliun. Peningkatan premi dari nasabah baru tumbuh 5,2 persen untuk premi tahun pertama sebesar Rp 1,69 triliun.
AXA Mandiri telah membayarkan total klaim bruto senilai Rp 10,11 triliun kepada lebih dari 3,8 juta tertanggung. Meski demikian, risk based capital (RBC) masih terjaga mencapai 519,24 persen. Empat kali lipat dari batas minimum yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuanhan (OJK) sebesar 120 persen.
Handojo menuturkan, rencananya bakal lebih banyak mengembangkan produk proteksi dan asuransi kesehatan. Di saat yang sama menguatkan kualitas tenaga pemasar. Agar para nasabah memahami produk yang dibeli.
"Portfolio dari produk-produk kami juga akan akan mengembangkan ke arah lebih banyak lagi ke arah proteksi dan juga asuransi yang ada unsur kesehatan juga," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Peransuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono menyampaikan, asuransi kesehatan merupakan salah satu produk unggulan di sektor asuransi. Perusahaan asuransi jiwa dan asuransi umum dapat menjual produk tersebut. Meski demikian, terdapat penurunan penjualan produk oleh perusahaan-perusahaan tersebut.
"Dari jumlah perusahaan asuransi kesehatan di 2023 ada 39 perusahaan asuransi jiwa yang menjual produk asuransi kesehatan. Kemudian ada 33 perusahaan asuransi umum yang menjual produk asuransi kesehatan. Di 2024 sampai Maret 2024, untuk asuransi jiwa tinggal 36 perusahaan yang menjual. Sementara perusahaan asuransi umum turun menjadi 30," ungkap Ogi dalam rapat dewan komisioner bulanan OJK.
Ogi menjelaskan klaim rasio asuransi kesehatan di perusahaan asuransi jiwa maupun asuransi lebih dari 100 persen. Akumulasi premi asuransi kesehatan sampai dengan Maret 2024 untuk asuransi jiwa mencapai Rp 7,47 triliun. Sementara untuk asuransi umum premi asuransi kesehatan Rp 3,4 triliun.
Tumbuh memang dibandingkan posisi Maret tahun lalu. Untuk asuransi jiwa itu produk asuransi kesehatan tumbuh 34,2 persen. Sementara asuransi umum, produk asuransi kesehatan meningkat 23,18 persen.
"Kami menyadari bahwa ekosistem daripada produk asuransi kesehatan perlu diperbaiki. Karena sampai dengan saat ini itu klaim asuransi kesehatan itu jauh lebih tinggi daripada premi bruto yang diterima. Itu lebih dari 100 persen," bebernya.
Menurut dia, perlu perbaikan di beberapa aspek. Salah satunya dengan meminta perusahaan-perusahaan memperkuat sistem anti fraud dan evaluasi produk secara berkala. Rencananya, OJK juga akan mengeluarkan surat edaran terkait produk asuransi kesehatan.

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
