Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 21 November 2023 | 21.21 WIB

Segmen 'Solopreneur' seperti Karyawan Pemilik Usaha Sampingan jadi Positioning Target Bank Saqu

Presiden Direktur Bank Jasa Jakarta Leo Koesmanto, Direktur Astra sekaligus Director-in-Charge Astra Financial Suparno Djasmin, Founder dan Group CEO WeLab Simon Loong. - Image

Presiden Direktur Bank Jasa Jakarta Leo Koesmanto, Direktur Astra sekaligus Director-in-Charge Astra Financial Suparno Djasmin, Founder dan Group CEO WeLab Simon Loong.

JawaPos.com - Astra Financial mengubah bank hasil akuisisinya, PT Bank Jasa Jakarta (BJJ) menjadi Bank Saqu. Berkolaborasi dengan WeLab, layanan perbankan digital tersebut melengkapi dan memperkuat ekosistem jasa keuangan Grup Astra. Fokus pada segmen ritel, khususnya generasi muda yang produktif.

"Positioning kami menyasar nasabah produktif yang berjiwa solopreneur. Rencana ke depan akan punya produk lending dan wealth management. Tapi saat ini masih simpanan," kata Presiden Direktur Bank Jasa Jakarta Leo Koesmanto usai peluncuran Bank Saqu di Menara Astra, Senin (20/11).

Solopreneur yang dimaksud, lanjut dia, mencakup pemilik usaha kecil, pekerja lepas, dan karyawan tetap dengan pekerjaan tambahan. Segmen tersebut secara proaktif mencari cara untuk bertumbuh, menabung lebih banyak, berinvestasi lebih banyak, bahkan mengambil pinjaman untuk upaya produktif.

Leo menjelaskan, riset yang dilakukan memproyeksikan bakal ada sekitar 117 juta solopreneur di Indonesia dalam tujuh tahun ke depan. Artinya, satu dari tiga orang akan menjadi solopreneur. Kontribusi kelompok ini menyumbang 36 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) 2030.

Namun, dalam studi juga terungkap bahwa mereka seringkali menghadapi tantangan. Seperti pendapatan yang tidak konsisten dan sulitnya mengelola keuangan.

"Dengan beberapa kantong berbeda (fitur Saku) dalam satu aplikasi perbankan, para solopreneur dapat mengelola keuangan secara strategis, mengalokasikan sumber daya, dan turut merasakan bisnis mereka berkembang," bebernya.

Leo menyatakan, Bank Saqu tentu akan terintegrasi dalam ekosistem jasa keuangan Grup Astra. Selain itu, tidak menutup peluang untuk bekerja sama dengan platform digital maupun e-commerce lainnya di luar Grup Astra.

"Sudah barang tentu bank digital nggak bisa berdiri sendiri. Harus ada ekosistem," imbuhnya.

Dalam jangka pendek, pengumpulan dana pihak ketiga (DPK) menjadi fokus utama. Melalui tabungan dan deposito. Melalui fitur Busposito, Tabungmatic, hingga Saku Booster.

Direktur Astra sekaligus Director-in-Charge Astra Financial Suparno berharap setiap bisnis baru dalam Grup Astra memberikan kontribusi terbaik kepada seluruh pemangku kepentingan. Dengan menyediakan jasa layanan keuangan bagi segmen ritel dan UMKM melalui platform Bank Saqu.

“Kami ingin Bank Saqu dapat menjadi mitra keuangan bagi kesejahteraan masyarakat. Mendukung, melengkapi, dan memperkuat ekosistem jasa keuangan Grup Astra, serta mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia," terangnya.

Founder dan Group CEO WeLab Simon Loong mengungkapkan, pengembangan sistem bank dengan layanan digital ini memakan waktu hanya enam bulan. Menerapkan teknologi di Hongkong ke Indonesia. "Sejalan dengan potensi pasarnya yang besar. Makanya kami berinvestasi di sini," tandas Simon.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore