Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 8 Desember 2020 | 02.31 WIB

BI: Likuiditas Perbankan Melimpah Tak Diimbangi Penyaluran Kredit

Bank Indonesia. (Dok. JawaPos.com) - Image

Bank Indonesia. (Dok. JawaPos.com)

JawaPos.com - Bank Indonesia (BI) mengatakan, stabilitas sistem keuangan di Indonesia masih terjaga dan kuat di tengah tekanan imbas pandemi Covid-19. Asisten Gubernur BI Juda Agung menyatakan, melimpahnya likuiditas perbankan belum diimbangi dengan penyaluran kredit yang maksimal.

Juda memaparkan, besarnya likuiditas perbankan tercermin dari rasio alat likuid perbankan terhadap dana pihak ketiga (DPK) yang berada di kisaran 30 persen. Selain itu, ketahanan permodalan juga masih sangat kuat yaitu di angka 23 persen. Serta, angka kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) juga terjaga di angka 3 persen.

Menurutnya, likuiditas yang besar belum tersalurkan pada sektor riil baik Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) maupun korporasi, dan rumah tangga. "Walaupun perbankan memiliki likuiditas yang sangat melimpah, tapi belum bisa disalurkan ke sektor riil kepada kredit korporasi, UMKM, dan rumah tangga," ujarnya dalam acara BI secara virtual, Senin (7/12).

Juda menyebut, penyaluran kredit yang rendah merupakan dampak dari dunia usaha yang masih melihat ketidakpastian akibat pandemi. Sehingga, pelaku usaha terpaksa menahan ekspansi dan operasionalnya, yang berdampak pada permintaan kredit menjadi minim.

Di sisi perbankan, kata dia, juga melihat kondisi saat ini yang penuh dengan risiko. Sehingga perbankan pun berusaha menghindari risiko. Hal ini yang menjadi pekerjaan rumah pemerintah dan pihak terkait di tahun depan.

"Dari kebijakan-kebijakan makroprudensial BI, yang kami address dua hal. Pertama adalah likuiditas, kemudian kedua adalah mendorong kredit,” katanya.

Dari sisi likuiditas, Juda menambahkan, BI pun telah mengeluarkan kebijakan makroprudensial dengan ketentuan mengenai rasio intermediasi makroprudensial (RIM) dan penyangga likuditas prudensial (PLM).

Hal itu dilakukan supaya perbankan memiliki ruang gerak secara fleksibel. Selain itu, BI juga telah memberikan insentif kepada bank yang memberikan kredit UMKM, kredit ekspor, dan pelonggaran rasio Loan to Value (LTV).

"Memang dua tujuan itu, likuiditas dan mendorong intermediasi," pungkasnya.

https://www.youtube.com/watch?v=TDxC49I3P9w

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore