Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 27 Agustus 2020 | 21.09 WIB

Pendapatan Premi Proteksi Jiwa dan Kesehatan Indosurya Life Naik

Ilustrasi asuransi jiwa. - Image

Ilustrasi asuransi jiwa.

JawaPos.com – Pandemi telah mengubah kebiasaan masyarakat, termasuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memiliki proteksi diri dari risiko kesehatan. Memenuhi kebutuhan itu, PT Asuransi Jiwa Indosurya Sukses (Indosurya Life) memastikan seluruh pemegang polis, baik produk asuransi jiwa maupun asuransi kesehatan, tercover dari risiko covid-19.

Direktur Utama Indosurya Life Lucky Siahaan, Rabu (26/8) mengatakan, di masa pandemi ini kebanyakan orang sudah merasakan perlu memproteksi dirinya mengingat faktor risiko yang meningkat. Kondisi ini dibuktikan dengan meningkatnya premi untuk proteksi kesehatan maupun jiwa.

“Sekarang lebih banyak permintaan untuk proteksi, kembali ke produk tradisonal asuransi. Tak hanya permintaan baru, pemegamg polis eksisting pun banyak yang tambah premi untuk proteksi,” kata Lucky di Jakarta.

Ia menjelaskan, seluruh nasabah pemegang polis, baik existing maupun nasabah baru, memang akan tercover oleh risiko covid-19. Pihak Indosurya, kata Lucy, memastikan akan membayar berapapun klaim yang diajukan sesuai dengan dengan manfaat yang didapatkan pemegang polis.

“Kami berharap seluruh nasabah sehat. Tapi, jika ada klaim terkait covid-19, kami akan bayarkan sesuai manfaat dalam premi pertanggungan, selama di luar pengecualian seperti bunuh diri atau terbubuh karena melakukan kejahatan” tuturnya.

Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), sejak awal Covid-19 merebak hingga Juni 2020, industri asuransi jiwa telah membayarkan klaim sekitar Rp216 miliar. Dana tersebut hanya terkait covid-19. Klaim lainnya tetap berjalan.

Untuk Indosurya Life, hingga pertengahan Agustus 2020, perusahaan asuransi yang telah beroperasi sejak tahun 2013 ini, sudah membayarkan manfaat asuransi terkait covid-19 kepada 4 orang nasabahnya, dengan klaim di kisaran ratusan juta Rupiah. “Satu klaim meninggal, tiga klaim kesehatan,” ujarnya.

Untuk diketahui, total klaim dan manfaat kepada nasabah yang sudah dibayarkan Indosurya Life hingga akhir semester I 2020 mencapai Rp630 miliar.

Lucky menuturkan, pandemi yang melanda dunia memang memberikan imbas kepada semua sektor. Namun bagi Indosurya Life, sulitnya melakukan penjualan secara tatap muka langsung, justru memberi kesempatan dan peluang untuk melakukan transformasi digital di sisi front end & back end.

“Ini kesempatan untuk kami mengoptimalkan penjualan secara digital. Tahun ini, kami rasa sudah cukup cepat improvement kami untuk digitalisasi,” ucapnya.

Terkait dengan permodalan, Indosurya Life memastikan sudah mempersiapkan beberapa strategi untuk memperkuat positioning di bisnis asuransi nasional. Sedikit membocorkan, saat ini sejumlah pihak baik lokal maupun asing, tengah melakukan penjajakan untuk mengakuisisi Indosurya Life. Setelah beralih pemegang saham, juga akan digelar right issue untuk menambah permodalan perusahaan.

“Jadi dalam waktu dekat akan ada suntikan dana segar. Ditargetkan sebelum akhir tahun selesai. Karenanya, soal permodalan, bisa dibilang bukan masalah,” pungkasnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=pc0v2HJBuDs

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore