
Ilustrasi: perumahan
JawaPos.com - Perbankan terus mendorong bisnisnya pada semester II 2023. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk melakukan ekspansi digital banking ke luar negeri. Sedangkan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menggenjot penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi.
Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi berkomitmen memperluas akseptasi transaksi digital di masyarakat. Baik di Indonesia maupun luar negeri melalui Livin’ by Mandiri. Termasuk pekerja migran Indonesia (PMI).
Bahkan, bisa membuka rekening langsung melalui smartphone. Hanya dengan menggunakan e-KTP dan nomor handphone di negara masing-masing.
"Bukan hanya untuk kebutuhan finansial, juga dapat melayani kebutuhan investasi nasabah, pinjaman, dan pembelian tiket pesawat," jelas Darmawan dalam Livin’ Around the World Pesta Rakyat di Taiwan, kemarin (20/8).
Sejak diluncurkan pada akhir 2022, Livin’ bu Mandiri bisa diakses oleh PMI di London, Singapura, Jeddah, Dubai, Los Angeles, dan Hong Kong. Hingga 31 Juli 2023, super apps tersebut sudah digunakan sekitar 20 ribu diaspora di berbagai negara. Jumlah transaksinya mencapai 796 ribu dengan nilai Rp 1,5 triliun.
Pencapaian tersebut turut mengerek pertumbuhan utilisasi digital Bank Mandiri. Livin’ by Mandiri telah diunduh sebanyak 29,7 juta kali dengan pengguna aktif mencapai 19,8 juta.
Jumlah transaksi telah menembus 1,3 miliar atau naik 52 persen year-on-year (YoY). Alhasil, volume mencapai Rp 1.700 triliun alias tumbuh 36 persen secara tahunan.
Sejak 15 Februari hingga 10 Agustus 2023, jumlah transfer valuta asing (valas) melalui Livin’ by Mandiri sebanyak Rp 37,2 miliar.
Terdapat 10 pilihan mata uang asing. Yakni dolar Amerika Serikat (USD), euro (EUR), dolar Singapura (SGD), poundsterling (GBP), dolar Australia (AUD), dan franc Swiss (CHF). Selain itu, yen Jepang (JPY), ringgit Malaysia (MYR), dolar Hong Kong (HKD) dan baht Thailand (THB).
Sementara itu, sepanjang periode Januari-Juni 2023, BSI telah menyalurkan pembiayaan lebih dari 57 ribu rumah subsidi atau sekitar Rp 7,3 triliun. Angka ini terus meningkat seiring dengan kebutuhan masyarakat atas rumah yang layak huni dengan harga terjangkau.
"Kami berupaya memberikan layanan yang bisa dijangkau semua segmen. Hal inilah yang menjadi peran utama bank syariah, terutama dalam mendorong kesejahteraan umat melalui rumah yang layak huni dan berstandar baik," ujar Direktur Sales and Distribution BSI Anton Sukarna.
Saat ini BSI telah bekerjasama dengan lebih dari 3.500 developer rumah subsidi. Tahun ini, perseroan menyasar segmen tenaga pengajar.
Anton mengungkapkan, target penyaluran pembiayaan rumah subsidi hingga kuartal III 2023 mencapai 60 ribu unit atau sekitar Rp 7,7 triliun. Salah satu strategi untuk mewujudkan itu melalui sinergi dengan BP Tapera sebagai regulator penyaluran rumah subsidi. Selain itu, juga berkolaborasi dengan sekolah, lembaga pendidikan, dan perguruan tinggi.
"Tentunya dengan kerja sama strategis ini, kami berharap akan lebih banyak segmen lagi yang bisa menikmati fasilitas rumah subsidi," tandasnya.

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
