Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 1 Agustus 2023 | 06.16 WIB

Utang Turun Drastis, Rasio Keuangan GTSI Menguat

(Foto Multiple Exposure) Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas, Jakarta, Kamis (16/3/2023). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 0,94 persen atau 62,4 poin ke level 6.565,72.  sebanyak 97 saham menguat, 473 saham mele - Image

(Foto Multiple Exposure) Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas, Jakarta, Kamis (16/3/2023). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 0,94 persen atau 62,4 poin ke level 6.565,72. sebanyak 97 saham menguat, 473 saham mele

JawaPos.com - Utang jangka pendek PT GTS Internasional Tbk. (IDX: GTSI) periode 30 Juni 2023 menurun drastis menjadi USD 15,2 juta dari akhir tahun 2022 yang mencapai USD 39,4 juta.

Menguatnya rasio keuangan perusahaan dengan posisi rasio utang terhadap modal periode semester I 2023 menjadi 69 persen atau 0,69 kali atau dengan kata lain memiliki ruang penguatan modal yang lebih baik ketimbang periode yang sama tahun 2022 yang 1,17 kali atau 117 persen.

Dengan kondisi Debt to Equity Ratio (rasio utang terhadap modal) GTSI memiliki ruang untuk menggalang pinjaman atau dana pihak ketiga dengan ruang yang cukup besar dalam rangka ekspansi usaha beberapa periode mendatang.

Selain itu, terhadap kinerja 30 Juni 2023, Emiten penyedia jasa pengiriman gas alam cair (Liquified Natural Gas/LNG), yang merupakan anak usaha dari PT Humpuss Maritim Internasional (HUMI) yang sedang menggalang dana IPO, telah membukukan peningkatan laba bersih yang fantastis mencapai 175,08 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada semester I 2023.

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis Jumat (28/7), laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai USD 6,91 juta pada paruh pertama tahun ini dari USD 3,01 juta pada semester I 2022.

Sejalan dengan hal tersebut, laba usaha perseroan juga melonjak 40,82 persen YoY menjadi USD 7,04 juta per 30 Juni 2023. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, GTSI mencatat laba usaha sebesar USD 5 juta.

Direktur Utama GTSI Tammy Meidharma mengatakan bahwa kinerja positif ini didukung oleh efektivitas pengelolaan bisnis yang dijalankan manajemen. Sehingga berhasil menekan sejumlah beban dan mengoptimalkan bottom line perseroan.

"Meskipun pendapatan menurun, kami berupaya mendorong operasional bisnis yang efektif. Dengan strategi itu, kami berhasil mendapatkan keuntungan yang lebih maksimal," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (31/7).

Pada periode yang berakhir 30 Juni 2023, GTSI berhasil meraup pendapatan usaha sebesar USD13,5 juta, turun dari US$21,14 juta pada semester I 2022. Namun, perseroan berhasil menekan beban pokok pendapatan hingga 45,78 persen YoY dari US$12,73 juta menjadi USD 6,9 juta.

Selain itu, GTSI juga sukses menekan seluruh postur liabilitasnya sekitar 36,23 persen menjadi USD 42,63 juta pada semester I 2023 dari USD 66,84 juta periode akhir tahun 2022. Kondisi ini terutama ditopang oleh menyusutnya liabilitas jangka pendek mencapai 61,32 persen.

Tammy menambahkan, pengelolaan bisnis dari sisi operasional juga didukung oleh tata kelola keuangan yang baik. Hal ini terbukti dari menguatnya kas dan setara kas yang dimiliki oleh GTSI pada akhir Juni 2023 menjadi USD 23,83 juta dari USD 20,4 juta pada 31 Desember 2022.

"Kami optimistis dengan inovasi, efisiensi, dan efektivitas tata kelola perusahaan yang dilakukan manajemen saat ini dapat terus mendorong kinerja GTSI pada periode-periode selanjutnya," tutup Tammy.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore