
Direksi PT Humpuss Maritim Internasional Tbk. (HUMI) saat paparan publik, Selasa (18/7).
JawaPos.com - PT Humpuss Maritim Internasional Tbk. (HUMI) mengumumkan rencana untuk melakukan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pertengahan tahun ini. Anak usaha dari PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk. (HUTS) yang bergerak di bidang distribusi dan infrastruktur energi serta ekosistem kepelabuhan dan kemaritiman ini berharap dapat mencapai pertumbuhan bisnis dan kinerja keuangan yang lebih positif lewat IPO.
"Kami optimistis bahwa IPO akan memberikan manfaat bagi semua pemangku kepentingan, baik pemegang saham, karyawan, pelanggan, mitra bisnis, maupun masyarakat," ujar Direktur Utama HUMI Tirta Hidayat, dalam paparan publik beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut Tirta menuturkan HUMI memiliki target pertumbuhan pendapatan dan aset sebesar 20 persen setiap tahun. Pertumbuhan bisnis tersebut dipastikan tak meninggalkan komitmen terhadap lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan yang baik.
Melalui IPO ini, HUMI berencana melepas sebanyak-banyaknya 15 persen saham dari modal ditempatkan dan disetorkan kepada publik. HUMI menawarkan sebanyak-banyaknya 2,7 miliar lembar saham kepada masyarakat dengan harga Rp 100 per lembar saham.
Dari nilai tersebut, perseroan memiliki prediksi akan mendapat dana segar sekitar Rp 270 miliar. Tirta menjelaskan, dana hasil IPO akan digunakan untuk berbagai keperluan. Sebesar 10 persen akan digunakan untuk kebutuhan modal kerja perseroan dalam rangka memenuhi kebutuhan operasional rutin.
Sisanya atau sebesar 90 persen akan digunakan untuk memperkuat modal kerja dalam rangka pengembangan usaha entitas anak perseroan. Adapun pembagiannya, sebesar 36 persen dialokasikan kepada PT PCS Internasional dalam bentuk penyertaan modal, dan sebesar 14 persen dialokasikan kepada PT OTS Internasional dalam bentuk penyertaan modal.
Kemudian, sekitar 26 persen dialokasikan kepada PT Humpuss Transportasi Curah dalam bentuk penyertaan modal, sekitar 14 persen dialokasikan kepada PT MCS Internasional dalam bentuk penyertaan modal, dan sekitar 10 persen dialokasikan kepada PT ETSI Hutama Maritim juga dalam bentuk penyertaan modal.
Selain menawarkan saham, HUMI juga bersiap menerbitkan Waran Seri I sebanyak 1,3 miliar lembar atau sebesar 7,5 persen dari total jumlah saham yang disetor penuh pada saat pendaftaran penawaran umum saham perdana. Tirta menuturkan, Waran Seri I ini diberikan sebagai insentif kepada para pemegang saham yang ditawarkan.
"Setiap pemegang dua saham yang ditawarkan berhak memperoleh satu Waran Seri 1. Setiap satu Waran Seri 1 memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli saham perseroan yang dikeluarkan oleh portepel dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 200 setiap Waran Seri 1," jelas Tirta.
Setelah IPO ini, lanjut Tirta, perseroan akan terus berekspansi bisnis hingga internasional. Saat ini mereka tengah menunggu proses kesepakatan dengan mitra bisnis di Qatar, Vietnam, dan Filipina.
"Tantangannya adalah bagaimana meningkatkan kualitas SDM," terangnya.
Sebagai perusahaan transportasi kemaritiman yang terintegrasi dan telah puluhan tahun bermitra dengan perusahaan berstandar internasional, HUMI optimistis dapat menjaga tata kelola yang baik dan dapat memenuhi kepentingan stakeholders, termasuk pemegang saham. Perseroan juga memastikan komitmennya untuk membagikan dividen, namun besarannya tentu menunggu hasil RUPS.
Hingga semester pertama tahun ini, HUMI telah merealisasikan pembelian dua kapal tanker dan satu tugboat dengan harga sekitar USD 25 juta. Rencananya, masih ada tiga kapal lagi yang akan dibeli hingga akhir tahun ini. Sebagian dana yang diperoleh dari IPO akan dialokasikan sebagai jaminan untuk pembiayaan pengadaan kapal ini.
Sebagai informasi, sepanjang tahun 2022, HUMI meraup pendapatan bersih sebesar USD 91,53 juta. Capaian tersebut meningkat 37,45 persen dibandingkan 2021 yang sebesar USD 66,59 juta.
Peningkatan pendapatan perseroan dikontribusikan dari sewa kapal sebesar USD 89,85 juta atau tumbuh 38,71 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar USD 64,78 juta. Kenaikan pendapatan juga disebabkan oleh meningkatnya pendapatan sewa kapal LNG dengan time charter, serta sewa kapal pengangkutan bahan kimia.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
