Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 16 Desember 2017 | 03.40 WIB

Pasar Sudah Antisipasi Kenaikan Bunga The Fed

Bank Indonesia - Image

Bank Indonesia

JawaPos.com - Seperti yang banyak diperkirakan sebelumnya, Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan BI 7-days reverse repo rate (BI-7DRRR) di level 4,25 persen. Suku bunga deposit facility tetap sebesar 3,5 persen, sedangkan lending facility tetap sebesar 5 persen.


Penaikan suku bunga acuan Bank Sentral AS (The Federal Reserve) sebesar 25 basis poin (bps) pada Rabu (13/12) juga telah sesuai dengan perkiraan BI. Sementara itu, pasar juga telah mengantisipasi kenaikan suku bunga The Fed.


Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Dody Budi Waluyo mengatakan, kenaikan suku bunga The Fed tidak membuat market terkejut.


Termasuk kemungkinan penaikan lanjutan suku bunga The Fed pada tahun depan, yang diperkirakan terjadi sebanyak dua hingga tiga kali.


’’Pertumbuhan ekonomi global 2017 diperkirakan lebih kuat dibandingkan 2016 dengan sumber pertumbuhan yang lebih merata, baik dari negara maju maupun negara berkembang. Pertumbuhan PDB (produk domestik bruto) AS akan membaik dengan ditopang investasi yang meningkat dan konsumsi yang stabil,” urainya saat konferensi pers kemarin (14/12).


Namun, sejumlah risiko perekonomian global tetap perlu diwaspadai. Antara lain, normalisasi kebijakan moneter di beberapa negara maju seperti AS dan Tiongkok serta faktor geopolitik.


Dari dalam negeri, Dody menilai tidak ada tekanan yang berarti. Inflasi 2017 diperkirakan sebesar 3,5 persen, sesuai sasaran BI. Rupiah cenderung stabil meski sempat melemah pada Oktober. ’’Pelemahan rupiah sejalan dengan pelemahan nilai tukar pada hampir seluruh mata uang dunia terhadap dolar AS (USD),” lanjutnya.


Menguatnya USD terjadi karena adanya normalisasi kebijakan moneter, meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, serta rencana reformasi pajak di AS. Setelah BI mengintervensi pasar, pada November rupiah kembali menguat.


Secara month-to-month (mtm) rupiah menguat sebesar 0,27 persen persen (mtm) ke level Rp 13.526 per USD. Intervensi dari BI dilakukan untuk menjaga nilai tukar agar sesuai nilai fundamentalnya.


Akibat intervensi tersebut, cadangan devisa Indonesia pun berkurang. Pada akhir November 2017, cadangan devisa tercatat sebesar USD 125,97 miliar, lebih rendah daripada cadangan devisa pada akhir Oktober 2017 yang sebesar USD 126,55 miliar.


Meski menurun, cadangan devisa tersebut masih cukup untuk membiayai 8,4 bulan impor atau 8,1 bulan impor disertai pembayaran utang luar negeri pemerintah. Cadangan tersebut juga berada di atas standar kecukupan internasional, yakni sekitar tiga bulan impor.


Dody mencatat, ada hal yang perlu diperhatikan dari sisi domestik, yaitu intermediasi perbankan yang belum begitu membaik. Pertumbuhan kredit per Oktober 2017 masih sebesar 8,16 persen secara year on year (yoy).


BI pun memprediksi, pertumbuhan kredit hingga akhir tahun hanya sebesar 8 persen. Padahal, pada awal tahun, BI sempat menyatakan perkiraan pertumbuhan kredit 2017 sebesar 9–11 persen.  Konsumsi rumah tangga yang masih lemah juga menjadi catatan BI dalam menghadapi tahun 2018.


’’Konsumsi rumah tangga pada kalangan menengah dan menengah ke atas cenderung tertahan karena mereka menempatkan dana pada deposito, saham, dan konsumsi untuk leisure. Sedangkan konsumsi pada kalangan menengah ke bawah terbatas karena upah yang masih rendah. Namun, pada 2018 konsumsi akan meningkat seiring naiknya anggaran pemerintah untuk bantuan sosial,” ujarnya.


Sementara itu, investor di pasar modal mempunyai ekspektasi yang cukup baik pada BI-7DRRR. Indeks harga saham gabungan (IHSG) kemarin pecah rekor di angka 6.113,65 atau menguat 0,98 persen atau setara 59,05. Kenaikan suku bunga The Fed yang sudah price in (telah diperhitungkan) membuat pasar lebih berminat masuk pasar modal.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore