alexametrics

Mahmud ‘Hypegrandy’, Kakek Gaul Penggemar Gaya Hypebeast yang Viral

Dandanan Kekinian, Hobi Tetap Ternak Burung
27 Mei 2019, 12:51:37 WIB

Kemeja, celana bahan, dan sepatu pantofel tampaknya sudah so yesterday bagi Mahmud. Bukannya mengenakan pakaian normal untuk pria seusianya, kakek dua cucu itu memilih mengenakan pakaian hypebeast ala anak muda zaman now. Bagi dia, usia boleh menua, tapi soal gaya, tak boleh itu-itu saja.

DINDA JUWITA, Jakarta

DERETAN pakaian dengan berbagai merek seperti Supreme, A Bathing Ape, hingga Trasher dengan macam model dan warna tergantung rapi di pojok kamar berukuran 3 x 4 meter. Di sebelahnya, belasan boks sneakers Air Jordan 5 Retro Supreme, Air Jordan 11 Platinum Tint.

Ada juga, Air Jordan 3 Retro Tinker Hatfield, dan masih banyak seri lain ditumpuk apik.

Seluruh koleksi fashion item itu sengaja ditaruh di sebuah dressing room dan ditata sesuai keinginan pemiliknya. Siapakah pemakai barang-barang hypebeast dengan harga selangit itu? Dialah Mahmud, kakek 62 tahun yang diberi julukan Hypegrandy karena gemar mengenakan outfit hypebeast dari ujung kepala hingga ujung kaki. Namun, jangan bayangkan Mahmud tampil dengan mengenakan koleksi busana dan sneakers keluaran merek-merek favorit anak muda itu setiap hari. “Sehari-hari kegiatan saya jadi RT, ngantar jemput cucu sekolah juga,” ujarnya saat ditemui Jawa Pos Senin lalu (8/4).

Dengan kesibukan layaknya bapak-bapak pada umumnya, Mahmud memilih berpenampilan normal tanpa dandanan gaul. Namun, di saat tertentu, dia tampil kekinian dengan dandanan hypebeast. “Ya, kebetulan cucu ngajakin, ‘Yuk, dandan begini (hypebeast).’ Ya, saya sih ayo aja,” imbuhnya.

Mahmud menceritakan, keisengan sang cucu Reynaldi Ferdiansyah-lah yang membuatnya mau didandani bak anak muda zaman now. Bagi dia, apa yang dilakukan Rey wajib didukung. “Saya juga tanya ke nenek dulu, kira-kira (kakek) mau nggak ya foto buat lucu-lucuan,” tutur Rey.

Menurut Mahmud, tak ada yang salah dengan ajakan cucunya. Dia pun rajin membantu Rey berburu spot foto kece di sekitar Jakarta. Tak sekadar mencari spot foto, keduanya sering mendatangi event-event hype yang didominasi anak muda. Hingga suatu ketika, dalam event Jakarta Sneakers Day beberapa waktu lalu, kemunculan Mahmud menarik perhatian. Saat itu Mahmud menemani cucunya ke event yang didominasi milenial tersebut. Mahmud tak ingin setengah-setengah dalam berpenampilan. Padu padan streetwear dipilih untuk momentum tersebut.

Pensiunan pegawai rumah sakit itu memilih memadupadankan setelan A Bathing Ape dengan salah satu sneakers Air Jordan miliknya. Tampil serba-wah dari ujung kepala hingga ujung kaki seperti itu membuat kehadiran Mahmud membuat orang menoleh dua kali.

“Pas itu tiba-tiba banyak yang minta foto, ada juga yang candid. Nggak lama ternyata di-posting oleh beberapa influencer di Instagram. Dari situ ternyata foto kakek saya nyebar ke mana-mana,” tambah Rey.

Berangkat dari pengalaman itu, Rey pun terpikir untuk membuat akun Instagram khusus untuk kakeknya. Nama @Hypegrandy pun dipilih pemuda 19 tahun itu untuk sang kakek. Sebenarnya, lanjut Rey, akun tersebut adalah akun lawas miliknya yang tak lagi digunakan. Jumlah follower-nya pun tak seberapa. Namun, berkat foto Mahmud yang banyak di-repost beberapa influencer, akun Hypegrandy pun viral. Jumlah pengikutnya pun meningkat tajam. Dari mulai hitungan jari, akhirnya meningkat menjadi belasan ribu. Penampilan Mahmud yang nyentrik juga membuat daya tarik bagi sebagian orang. “Pernah jalan-jalan ke mal, ada yang ngajak salaman, tiba-tiba dimintain foto. Yailah, saya mah belon jadi ape-ape,” ujar Mahmud dengan logat khas Betawi, lantas terkekeh.

 

View this post on Instagram

 

@gadiiing n Grandy😂😂

A post shared by Your GF’s Crush (@hypegrandy) on

Meski sering menghabiskan waktu bersama cucu, Mahmud tak melupakan kegiatan sehari-harinya sebagai ketua RT. Hingga kini dia masih aktif menerima dialog warga dan menggelar pengajian. “Siang antar-jemput cucu. Karena saya hobi ternak burung, jadi ngasih makan burung, ngelayanin warga, malamnya biasanya ada pengajian di sekeliling musala,” tutur pria kelahiran 7 Juni 1956 itu.

Karena keunikannya, Mahmud juga sempat diundang menjadi bintang tamu talk show di salah satu stasiun TV. Pengalaman pertama dalam hidupnya itu membuatnya senang. “Seneng soalnya ketemu Bolot,” tuturnya. Setelah tampil di TV, Mahmud dikenal banyak orang. Jamaah pengajian dan warga sekeliling pun ikut meminta foto bersama. “Mereka bilang Pak Mahmud jadi artis, masuk TV. Aduh, saya begini artis apaan. Yang beli burung juga ada yang minta foto, lah saya bilang, ‘Aduh, lagi begini (tidak gaya) kok minta foto, ada-ada aja dah’,” imbuhnya.

Untuk urusan gaya, dia menyebut memilih pakaian yang lumrah pada umumnya. Namun, request sang cucu datang kepadanya untuk bergaya kekinian, dia pun santai dan cukup percaya diri. Tetapi, untuk urusan medsos, Mahmud tak ambil pusing. Seluruhnya diserahkan kepada Rey. Sama dengan kakek-kakek pada umumnya, Mahmud tak begitu paham berselancar di medsos. Soal mix and match dari ujung kepala hingga ujung kaki dipercayakan kepada sang cucu. “Yang penting atas sampai bawah matching. Atasan kebanyakan pakai Bape (A Bathing Ape) atau Supreme. Bawahan biasa aja, paling keluaran H n M. Kalau sepatu paling sering pakai Air Jordan seri macem-macem,” imbuh Rey.

Bagi Rey, mendandani Mahmud bukan perkara sulit. Namun, ada prinsip yang diterapkannya. Yakni, sang kakek harus lebih terlihat “menonjol” darinya. Rey juga tak kehilangan akal agar koleksi pakaiannya tetap up-to-date. “Paling dipakai satu atau dua kali saja, foto-foto, nggak lama, lalu dijual lagi,” tambah pemuda kelahiran 6 Desember 1999 itu. Pembeli beragam fashion berharga jutaan itu cukup banyak. Tak hanya di Indonesia, tapi juga di mancanegara. Melalui bisnis jual beli barang branded yang digeluti dua tahun belakangan itu pulalah, pemuda yang baru lulus SMA tersebut mendapatkan pundi-pundi.

Rey juga mengaku tak pernah meminta sepeser pun uang saku dari Mahmud untuk membeli barang-barang branded itu. Bahkan, karena ukuran sepatu duo kakek-cucu tersebut sama, mereka pun bergantian menggunakan koleksi sneakers. Meski sering memakai sneakers bermerek, Mahmud tak banyak menghafal satu per satu merek tersebut. “Ya, saya mah ngertinya apa, namanya juga orang tua. Lebih hafal burung,” kelakarnya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (*/c10/oni)