
Pekerja menyiapkan pakan ternak dari limbah sisa MBG di SPPG Yayasan Mutiara Keraton Solo (YMKS) di Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (16/12/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
Ekosistem dapur SPPG yang dibinanya ini pun memberi dampak sosial lebih luas. Sebanyak 98 persen pekerja berasal dari warga sekitar, dengan rentang usia 18 hingga 50 tahun, termasuk penyandang disabilitas. Seluruhnya digaji, bekerja dengan sistem shift, dan terdaftar BPJS Ketenagakerjaan. “Sekarang anak muda di sini tidak ada yang tawuran atau neko-neko lagi, karena saya kumpulkan semua,” ujarnya.
Dari dapur yang nyaris tanpa sampah itu, Jimmy membuktikan bahwa perang melawan stunting bisa dimulai dari hal paling mendasar makanan yang benar-benar dimakan, lingkungan yang berkelanjutan, dan keberpihakan total pada masa depan anak.

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
