Sejumlah siswa mengikuti masa Pengenalan Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2025/2026 di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 di Pusdiklatbangprof Kemensos, Jl. Margaguna Raya, Radio Dalam, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin (14/7/2025). (Dery Ridwansah/
Nyaris seminggu para murid Sekolah Rakyat berada di asrama. Rasanya campur aduk, kata mereka. Seru, degdegan, hingga rindu ingin pulang, dirasakan oleh sebagian para peserta didik.
JAKARTA masih gelap gulita. Ayam jago juga belum terdengar berkokok. Namun, asrama Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Margaguna, Jakarta Selatan sudah ramai pada Jumat (18/7) pagi itu. Wali asrama ditemani wali asuh mulai berjalan keliling asrama, menggedor kamar para ketua kelas untuk kemudian membantunya membangunkan seluruh penghuni di sana.
Ada dua asrama, putra dan putri, yang menampung 100 anak dari kelurga miskin dan miskin ekstrem yang ada di sekitar wilayah Jakarta Selatan. Mereka ditempatkan masing-masing 3-4 anak per kamar.
Kegiatan di asrama dimulai pukul 04.00 WIB. Semua penghuni harus bangun untuk persiapan sholat subuh berjamaah di masjid. Sebelumnya, mereka wajib membersihkan tempat tidur dan kamar. Pendidikan karakter dan kedisiplinan benar-benar diterapkan sejak hari pertama mereka tinggal di sana.
Fathan Sawayudhitama, 17, tampak masih mengumpulkan "nyawa" di atas tempat tidurnya. Bangun subuh diakuinya paling sulit dilakoni ketika di asrama. “Kan ini kan baru ya, dibilangnya sih sebenarnya susah. Cuma karena namanya juga sekolah, jadi emang harus diubah lagi,” ungkapnya.
Menurut dia, tinggal di asrama sejauh ini cukup seru. Meski hari pertama sempat membosankan. Maklum, belum ada orang yang dikenalnya. Bahkan di dalam kamar pada sungkan dan diem-dieman. "Makin lama makin ya lumayan sih seminggu ini. Asik juga, lumayan,” kata anak ketiga dari lima bersaudara tersebut.
Sejumlah siswa mengikuti masa Pengenalan Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2025/2026 di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 di Pusdiklatbangprof Kemensos, Jl. Margaguna Raya, Radio Dalam, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin (14/7/2025). (Dery Ridwansah/
Meski baru seminggu, banyak pembelajaran yang diterimanya. Mulai dari kedisiplinan, pendidikan soal agama, narkoba, hingga soal bullying.
Anak dari pasangan Slamet Husayri, 50, dan Ari Windarti, 40 ini sempat berhenti sekolah satu tahun terakhir. Dia terpaksa keluar karena harus membantu sang ayah bekerja menjadi montir. Tahun lalu, sang ayah tiba-tiba harus dilarikan ke rumah sakit karena serangan jantung.
Sebelumnya, Slamet divonis diabetes sehingga badannya pun sudah tak mampu lagi bekerja keras. “Makanya aku mending lebih bantuin bapak daripada main,” ungkapnya.
Meski begitu, dalam hatinya, keinginan untuk bersekolah masih sangat kuat. Hingga tawaran untuk masuk Sekolah Rakyat tiba. Tanpa pikir panjang, dia mengiyakan meski harus berpisah dengan keluarganya. Dia juga memberanikan diri untuk meminta bantuan pada kakaknya untuk bisa menjaga sang bapak.
“Pasti berat banget. Cuma kan karena kepinginannya aku, pengen sukses tanpa nyusahin orang tua. Jadi harus kuat,” ungkapnya.
Beda lagi dengan Nur Aisah, 16. Jika di awal-awal dirinya penuh semangat, justru dirinya kini serasa ingin pulang. Hal ini lantaran dirinya tengah tak enak badan. “Tadinya senang-senang aja, terus jadi kayak pengen pulang. Kangen ibu,” katanya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022