Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 20 Agustus 2024 | 03.23 WIB

Setelah Pasar Seni di Tengah Jantung Wisata Ubud Terbakar, Pedagang Cemas

DALAM PENYELIDIKAN: Sejumlah petugas berjaga di Pasar Ubud kemarin (18/8) setelah sehari sebelumnya terbakar. (IDA BAGUS INDRA PRASETIA/JAWA POS RADAR BALI) - Image

DALAM PENYELIDIKAN: Sejumlah petugas berjaga di Pasar Ubud kemarin (18/8) setelah sehari sebelumnya terbakar. (IDA BAGUS INDRA PRASETIA/JAWA POS RADAR BALI)

Puluhan motor dan berbagai barang dagangan dilalap api dalam insiden yang berlangsung sekitar 10 jam. Kesaksian pedagang, sejumlah fasilitas terkait pencegahan dan pemadaman kebakaran di Pasar Ubud tak berfungsi ketika kejadian.

IDA BAGUS INDRA PRASETIA- I WAYAN ANANDA MUSTIKA PUTRA, Gianyar

---

DARI kaleng, sisa-sisa kepanikan akibat kebakaran Pasar Ubud, Gianyar, Bali, tergambar. Kemarin (18/8) pagi letupan kaleng bekas terbakar di pintu barat rubanah (basemen) mengagetkan semua orang.

”Sudah kami atensi, tidak ada masalah,” ujar Kepala Satpol PP dan Damkar Gianyar Made Watha sebagaimana dilansir Jawa Pos Radar Bali kemarin.

Untuk mengamankan pasar yang juga dikenal sebagai Pasar Tematik Ubud atau Pasar Seni Ubud itu, Watha menambahkan bahwa pihaknya menerjunkan aparat satpol PP dibantu pecalang dan kepolisian.

”Kami siagakan personel sampai normal,” katanya.

Pasar yang terletak di jantung kawasan wisata Ubud itu terbakar pada Sabtu (17/8) siang sekitar pukul 13.00. Api baru bisa dipadamkan 10 jam kemudian.

Tak ada korban jiwa. Tapi, barang-barang dagangan serta puluhan motor yang diparkir di rubanah hangus. Sebanyak 1.033 pedagang tercatat terdampak.

Dugaan Sumber Api

Sejumlah pedagang mengungkapkan, kebakaran muncul dari dalam toko sembako yang juga menjual gas elpiji di rubanah. ”Toko yang di depan, samping tangga terbakar, api sudah besar baru diketahui sehingga semua panik dan petugas pasar berupaya memadamkan menggunakan alat pemadam kebakaran (APAR) dan air hidran,” kata Ni Nyoman Suarti, salah seorang pedagang kain, kepada Bali Express kemarin.

Dia yang berjualan di lantai 2 (atas basemen) panik karena panas dan asap muncul dengan cepat sehingga tidak bisa menyelamatkan barang-barangnya. Tapi, Polda Bali menyebutkan pemicu kebakaran diduga berawal dari sebuah kios yang menjual kain dan kaus di bagian basemen timur.

”Sesuai keterangan para saksi, sekitar pukul 13.00 Wita, api diperkirakan berasal dari kios yang menjual kain dan baju kaus di basemen timur nomor 3,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Bali Komisaris Besar Polisi Jansen Avitus Panjaitan dalam keterangannya di Denpasar, seperti dikutip dari Antara.

Sebanyak 21 mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api dari basemen yang diresmikan pada April tahun lalu itu. Kebakaran tersebut juga menguak sejumlah fakta.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore