
Penampakan badan pesawat latih Cessna 2006 dengan nomor registrasi PK-IFP milik Indonesia Flying Club (Perkumpulan Penerbang Indonesia) yang diambil dari udara di kawasan BSD, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (19/5).
Meski pendiam, Kapten Pilot Pulu Darmawan dikenal semedulur. Di antara mereka yang pernah diinstrukturi Kapten Pilot Suwanda, salah satunya mantan Wakapolri. Dan, mekanik Farid Ahmad berpulang meninggalkan tiga anak yang masih di bawah 5 tahun.
NURFAIK NABHAN, Kab Semarang-AHMAD REZATRIYA, Sidoarjo- HENDRA HIDAYAT, Kab Bandung Barat
---
SOSOKNYA memang pendiam. Tapi, Kapten Pilot Pulu Darmawan dikenal di antara keluarga besarnya sebagai orang yang sangat sabar dan cepat akrab.
’’Kalau istilah Jawa-nya semedulur (senang menyambung persaudaraan) walaupun karakternya pribadi yang pendiam. Dan, kami dari keluarga benar-benar kehilangan sosok beliau,’’ ungkap Sukro Partono, paman Pulu, kepada Jawa Pos Radar Semarang yang menemuinya di rumah duka di Desa Jetis, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, kemarin (20/5).
Pulu merupakan satu di antara tiga korban jatuhnya pesawat milik Indonesia Flying Club (IFC) di Lapangan Sunburst, Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, Minggu (19/5). Pria 39 tahun yang masih melajang itu sudah sekitar 10 tahun menjadi instruktur pilot.
Sukro menyebut, di hari dia mengalami kecelakaan, keponakannya tersebut terakhir berkomunikasi dengan sang ayah, Mahyanto, sekitar pukul 13.00. Diperkirakan, di jam tersebut Pulu baru saja mendarat di Bandara Tanjung Lesung, Pandeglang, Jawa Barat, setelah lepas landas dari Pondok Cabe, Tangerang Selatan.
’’Komunikasi terakhir hanya dengan ayahnya karena dari pengakuan saudara, kakak, dan keponakan yang lain menyatakan tidak ada komunikasi dengan beliau,’’ katanya.
Sukro terakhir bertemu dengan korban saat Lebaran tahun lalu. Pada Lebaran tahun ini, Pulu tidak sempat pulang karena ada kesibukan.
’’Beliau sementara masih mengejar dan berfokus pada karier sehingga belum sempat berkeluarga. Jadi, sekali lagi ini satu musibah yang menjadikan kami keluarga besar betul-betul merasa sangat kehilangan,’’ jelasnya.
Setelah jenazah sampai ke rumah duka di Desa Jetis, Kecamatan Bandungan, pada pukul 15.00, pihak keluarga menyiapkan prosesi untuk menyalati jenazah sebelum dikuburkan. Jenazah dimakamkan di Pemakaman Umum Dusun Jetak, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, yang kira-kira jaraknya sekitar 2 kilometer dari rumah duka.
Di Kota Cirebon, Jawa Barat, mantan Wakapolri Komjen (Purn) Nanan Soekarna menyebut Kapten Suwanda yang menjadi kopilot di penerbangan nahas itu sebagai instrukturnya sewaktu mengambil lisensi pilot di IFC. ’’Saya sungguh ikut berduka,” kata Nanan di sela menghadiri pemakaman Suwanda di Kota Cirebon kemarin seperti dikutip dari Radar Cirebon.
Meski dimakamkan di Cirebon, data kartu keluarga Suwanda masih tercatat di Sidoarjo, Jawa Timur. Dia tercatat sebagai warga Perumahan Pejaya Anugrah Blok SS No 22, Kramat Jegu, Kecamatan Taman.
Kemarin Jawa Pos menyambangi rumah milik pria 55 tahun tersebut. Tapi, rumah itu ternyata sudah kosong sekitar empat tahun terakhir. Tampak teras di dalam pagar biru masih cukup bersih meski hampir seluruh lantainya tertutup debu.
’’Sudah lama kosong, tapi memang dulu ditinggali almarhum beserta istri dan dua anak saat dinas di TNI-AL,” kata Ketua RT 11, RW 7, Pejaya Soleh Fais.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
