MAIN KARTU: Dosen Visual Communication Design Universitas Ciputra Alexandra Ruth (kiri) melihat mahasiswa yang memainkan Vicolo Card beberapa waktu lalu.
Vicolo Card karya dosen Visual Communication Design Universitas Ciputra Alexandra Ruth dan Evan Raditya Pratomo jadi obat kegalauan mahasiswa. Mereka yang resah dengan masa depannya bisa mencoba permainan ini.
MARIYAMA DINA, Surabaya
ALEXANDRA Ruth dan Evan Raditya kerap dicurhati mahasiswanya. Terutama mahasiswa yang hendak lulus kuliah. Mereka dihantui sejumlah pertanyaan. Misal, setelah lulus mereka mau ngapain. Hingga pertanyaan mendasar seperti apa bakat yang dimiliki.
Dari curhat tersebut, Ruth dan Evan membuat Vicolo Card. Itu adalah sebuah kartu permainan yang bentuknya mirip kartu remi, tapi di dalamnya ada pertanyaan. Lewat permainan tersebut, keduanya mengajak para mahasiswa untuk bercerita dan berkeluh kesah secara terbuka, namun tetap rileks.
”Setiap pemain akan diberi beberapa kartu. Lalu, ada kartu yang akan dibuka yang di dalamnya ada pertanyaan,” terang Ruth menjelaskan konsep permainan Vicolo Card.
Pertanyaan di setiap kartu disesuaikan dengan kondisi pemainnya. Setiap pemain diminta mengungkapkan apa yang mereka pikirkan.
Dengan begitu, antarmahasiswa akhirnya bisa mengenal lebih dekat lagi satu sama lain. ”Mereka jadi dekat dan kami juga bisa memberikan masukan-masukan,” ucap Ruth.
Beberapa hari yang lalu, Ruth sempat mempraktikkan Vicolo Card. Dia mengajak beberapa mahasiswa dari berbagai jurusan untuk ikut bermain.
Dalam permainan itu, ada beberapa pemain yang diharuskan menjawab pertanyaan rencana mereka setelah lulus kuliah. Jawabannya beragam.
Ada yang menjawab masih bingung dengan tujuannya. Ada pula yang menjawab ingin bekerja kantoran, melanjutkan bisnis keluarga, sampai memilih menikah muda.
Selanjutnya, para pemain bisa saling merespons jawaban-jawaban itu. Misalnya, salah seorang pemain menanyakan apa alasan menikah muda.
”Dari sini, kami berharap bisa lebih dekat. Berani bercerita dengan orang lain tujuannya agar mereka tidak merasa selalu sendiri. Kami juga tidak menghakimi jawaban yang mereka sampaikan,” papar Ruth.
Ari Faturrahmam, salah seorang pemain, merasa plong setelah memainkan Vicolo Card. Dia bisa mengutarakan pikirannya yang selama ini selalu dipendam.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
