NOVEL PERDANA: Vanessa Natalie Limery memamerkan karyanya yang berjudul Rahasia Katana kemarin (13/9). Siswa kelas VI SD itu mulai menulis sejak tiga tahun lalu dan kini bukunya sudah dicetak penerbit
Awalnya, Vanessa iseng mengikuti ekstrakurikuler menulis untuk memperkaya kosakatanya. Tak disangka, dia berhasil menyelesaikan sebuah novel petualangan. Novel berjudul Rahasia Katana itu pun naik cetak hingga 100 eksemplar.
RETNO DYAH AGUSTINA, Surabaya
”AKU mulai nulis sejak kelas III SD,” ucap Vanessa malu-malu. Dia tak menyangka hasil idenya yang dituangkan dalam bentuk tulisan kini benar-benar jadi buku dan dibaca banyak orang. Awalnya, dia hanya iseng mengikuti ekstrakurikuler menulis di sekolahnya. Vanessa fokus memperkaya kosakatanya dalam bahasa Indonesia.
”Penasaran juga, bagaimana buku itu diproses? Apa yang harus dilakukan sebelum menulis buku?” tuturnya.
Membuat tulisan berdasar ide ternyata susah bukan main. Bukan karena dia tidak ada ide, Vanessa justru punya banyak ide dan harus memilih salah satu.
Dia banyak berkonsultasi pada orang tua dan pembina ekstrakurikuler untuk menentukan ide mana yang tepat untuk dieksplor. ”Sebenarnya aku bukan penggemar novel. Aku justru lebih suka buku sejarah,” ungkapnya.
Cerita buatannya, yaitu Rahasia Katana, juga tak lepas dari beberapa bagian sejarah tradisional Jepang. Namun, Vanessa mengakui lebih banyak terpengaruh anime Demon Slayer saat menulis cerita. Itu yang membuat novel buatannya bergenre petualangan dan action.
Rahasia Katana berkisah tentang petualangan Tanji, sebagai tokoh utama, yang menerima warisan senjata tradisional katana atau pedang. Senjata tersebut kemudian berubah warna dan memiliki kekuatan magis.
Tanji harus berperang dengan gangguan yang muncul dari senjata tersebut. Dia bahkan menemui beberapa monster menyeramkan.
Adegan pertarungan di Rahasia Katana juga dilatarbelakangi kemampuan Vanessa di bidang karate. ”Makanya dia bisa eksplor sekali genre cerita pejuang anak-anak,” ucap Imelda Fabiola Anggriawan, ibu Vanessa.
Buku yang dicetak oleh penerbit profesional pada Juli 2023 itu kini sudah beredar hampir 100 eksemplar. Yulita Kurnia Prasetyawati, pengampu ekstrakurikuler sekaligus penyunting Rahasia Katana, mengatakan, mereka awalnya hanya mencetak 15 eksemplar. Tapi, ternyata banyak yang memesan. (*/c17/aph)

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
