KOLEKSI BERSEJARAH: M. Fatih Handie atau akrab disapa Andy Buchory memperlihatkan beberapa foto momen bersejarah Kota Gresik. Foto tersebut milik ayahnya, Ahmad Buchory, yang jurnalis foto.
M. Fatih Handie mendapatkan warisan sejarah dari ayahnya. Ribuan rol film lawas itu menyimpan momen bersejarah. Dia berencana membuat buku perjalanan karier orang tuanya sebagai jurnalis.
LUDRY PRAYOGA, Gresik
HUJAN lebat pada 2010 lalu membawa berkah bagi M. Fatih Handie. Saat naik plafon untuk menambal atap rumahnya yang bocor, dia menemukan empat kardus besar berisi ribuan rol film atau klise foto yang tersimpan rapi. Kelak, klise itu menjadi dokumentasi sejarah.
Klise-klise tersebut peninggalan ayahnya, H Ahmad Buchory Rachman. Ahmad berprofesi sebagai jurnalis. ’’Jadi wartawan sejak 1950. Rol film itu menyimpan banyak peristiwa bersejarah,’’ ungkap pria yang akrab disapa Andy Buchory itu.
Misalnya, rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) Ke-40 Nahdlatul Ulama (NU) di Jakarta, Surabaya, Malang, dan Gresik. Menurut Andy, itu merupakan momen pertama NU menggelar acara besar. ’’Pada peringatan di Jakarta juga dihadiri oleh Presiden Soekarno,’’ jelasnya.
Ayah Andy juga mengabadikan momen upacara peringatan hari kemerdekaan RI sejak 1961 hingga 1974 di Kota Gresik. Momen bersejarah lainnya yang tak luput dari jepretan kamera Ahmad adalah upacara perdana saat Gresik resmi menjadi kabupaten.
’’Itu pada 1974 silam,’’ terang pria 49 tahun itu.
Kumpulan film monokrom tersebut juga memotret beragam aktivitas tokoh dan ulama Gresik bersama duta besar negara asing. Itu tidak terlepas dari kemampuan bahasa yang dimiliki Ahmad Buchory.
Dia fasih berbahasa Inggris, Jerman, Italia, Prancis, hingga Arab. Bahkan, pernah bertugas sebagai kontributor kantor berita dari Jerman. ’’Saya tidak mendengar langsung dari abah, justru kisah itu banyak disampaikan oleh orang lain. Khususnya teman seprofesinya,’’ ujar Andy.
Rencananya, seluruh karya tersebut akan dituangkan dalam sebuah buku. Sekaligus menjadi cerita perjalanan ayahnya selama menjadi jurnalis di era Orde Baru. ’’Agar menjadi inspirasi bagi masyarakat,’’ pungkasnya. (*/c17/aph)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
