
SAKSI SEJARAH: Kesultanan Tidore. Tidore kaya akan rempah yang menjadikannya titik nol jalur rempah dunia.
Enrique dan Upaya Merevitalisasi Jalur Rempah Dunia di Ternate-Tidore
Agar sistematis dan terukur, perlu peta jalan dan penulisan ulang sejarah Ternate-Tidore dalam merevitalisasi jalur rempah di sana. Wapres Ma’ruf Amin mengingatkan tentang pentingnya menggali sosok Enrique.
M. HILMI SETIAWAN, Tidore
---
SPEEDBOAT memenuhi semua dermaga yang ada. Hiruk orang menambah ramai suasana di Pelabuhan Semut, Ternate, Maluku Utara. Mayoritas dari mereka hendak menyeberang ke pulau tetangga, Tidore.
Keramaian pada siang sebulan lalu itu (11/5) seperti melemparkan waktu jauh ke berabad silam. Seperti ini jugakah dulu ketika Ternate dan Tidore menjadi pusat perdagangan rempah dunia?
”Dulu bahkan para pedagang Tiongkok sempat merahasiakan keberadaan Maluku sebagai penghasil rempah-rempah,” kata Irfan Ahmad, peneliti Yayasan The Tebings sekaligus dosen Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) Universitas Khairun Ternate, dalam seminar nasional bertajuk ”Melacak Jalur Peradaban Rempah Dunia” di Tidore.
Seminar tersebut dihadiri Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin yang menuju Tidore dari Pelabuhan Ahmad Yani, Ternate, menggunakan KRI Dorang-874. Adapun sebagian rombongan yang mengikuti Wapres menyeberang ke Tidore melalui Pelabuhan Semut, termasuk Jawa Pos.
Pemerintah tengah berupaya merevitalisasi jalur rempah di Ternate-Tidore. Irfan mengusulkan perlunya dibuat peta jalan atau road map. Supaya kegiatan penelitian dan revitalisasi bisa lebih sistematis dan terukur. ”Kemudian perlu juga menulis kembali sejarah peradaban Tidore. Termasuk sejarah sosok Enrique yang sudah berkeliling dunia,” katanya.
Siapa Enrique? Ma’ruf dalam sambutannya mengawali seminar di kantor wali kota Tidore Kepulauan itu menyebutnya sebagai sosok yang mendampingi penjelajah Portugal Ferdinand Magellan (Fernando de Magelhaens). Diduga kuat, dia berasal dari Maluku.
Setelah Magellan terbunuh di Filipina, Enrique yang kemudian melanjutkan perjalanan mengelilingi dunia. Sampai akhirnya tiba kembali di Tidore. Enrique, lanjut Ma’ruf, juga perlambang karakter masyarakat Maluku yang terbuka dan berpikir secara global. Selain juga memiliki ketangguhan fisik dan kemampuan navigasi.
Karena itu, lanjut Ma’ruf, revitalisasi jalur rempah di Maluku Utara sebuah keniscayaan. ”Harus jadi program prioritas pemerintah daerah setempat supaya bisa membawa kesejahteraan untuk masyarakat umum,” tuturnya.
Dengan adanya revitalisasi jalur rempah, otomatis pengolahan rempah juga perlu ditingkatkan. ”Tidak hanya menjadi bumbu masak,” kata Ma’ruf.
Wapres mencontohkan Mesir yang saat ini menjadi penghasil kopi sampai ke Eropa. Rahasianya, kopi asal Negeri Sphinx tersebut dicampur dengan rempah.
Ternyata, setelah didalami, Mesir tidak punya produk kopi dan rempah sendiri. Keduanya didatangkan dari Indonesia. ”Mesir hanya mengolah keduanya sampai menjadi kopi yang dikenal sebagai kopi Mesir,” katanya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
