Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 28 April 2023 | 01.00 WIB

Saking Pentingnya bagi Klub dan Timnas, Wilda "Tak Boleh Sakit"

VOLI SUKSES, PENDIDIKAN JUGA: Wilda Siti Nurfadhilah saat wisuda S-2 Magister Pendidikan Jasmani di STKIP Pasundan, Cimahi, tahun lalu. - Image

VOLI SUKSES, PENDIDIKAN JUGA: Wilda Siti Nurfadhilah saat wisuda S-2 Magister Pendidikan Jasmani di STKIP Pasundan, Cimahi, tahun lalu.

Wilda Siti Nurfadhilah dan Raihan 6 Gelar dari 8 Kali Beruntun ke Final Proliga

Kunci konsistensi Wilda Siti Nurfadhilah dari musim ke musim adalah bermain enjoy di tiap pertandingan. Dengan gelar S-2 yang juga sudah di tangan, dia berharap kelak bisa berkiprah di psikologi olahraga.

RIZKY AHMAD FAUZI, Kota Jogja

---

WILDA Siti Nurfadhilah adalah ’’password’’ untuk setiap kontestan yang ingin menembus final Proliga. Sejak 2014, pevoli berposisi middle blocker itu tak terputus mengantar empat tim berbeda ke partai puncak putri di kompetisi voli paling elite di tanah air tersebut.

’’Aku nggak punya motivasi ya sebenarnya (kenapa bisa konsisten dari musim ke musim, Red). Aku berikan yang terbaik saja di tiap pertandingan. Terus, aku cari cuan juga yang pasti. Hahaha...,’’ kata Wilda kepada Jawa Pos setelah final putri Proliga 2023 di GOR Amongrogo, Kota Jogja (18/3).

Final pada pertengahan bulan lalu melawan Jakarta Pertamina Fastron itu akhirnya juga dimenangi tim yang dibela Wilda, Bandung BJB Tandamata. Itu gelar keenam pemain bernama lengkap Wilda Siti Nurfadhilah Sugandi tersebut dari delapan kali beruntun menembus final.

BJB sudah dua musim terakhir dia antar juara. Empat gelar lainnya dia rebut bersama Jakarta Elektrik PLN (2015, 2016, 2017) dan PGN Popsivo Polwan (2019). Hanya dua kali pemain 28 tahun itu menjadi runner-up. Masing-masing dengan Manokwari Valeria Papua Barat (2014) dan Bandung Bank BJB Pakuan (2018).

’’Aku berikan yang terbaik di tiap pertandingan’’ yang dia sebut tadi tak cuma berhenti sebagai slogan. Tak cuma dari sisi teknis, tapi juga nonteknis.

Sari Hartati, junior Wilda di BJB, menyebut kepemimpinan seniornya itu sebagai kapten sangat membantu mempersolid tim.

’’Kak Wilda kapten yang enak banget. Walaupun dia senior, tapi ngemong juniornya, sering kasih masukan buat adik-adiknya (para junior),’’ ujar Sari yang berposisi opposite hitter.

Team talk Wilda diakui Sari juga membuat semua pemain rileks dan tidak terbebani. ’’Mari bermain dengan senyuman. Mari menikmati pertandingan laiknya bermain. Mari berusaha yang terbaik dan untuk hasil akhir, kita pasrahkan kepada Dia (Tuhan),’’ tutur Wilda menjelang final kala itu.

Sebagai veteran di tujuh final sebelumnya, Wilda tahu bagaimana menggebunya semangat mereka. Terutama yang baru pertama ke partai puncak seperti Sari. Spirit tinggi tentu baik, tapi tetap harus dikontrol. Caranya, berdasar pengalamannya, dengan bermain se-enjoy mungkin. ’’Intinya, kalau kata Kak Wilda, ramai saja di lapangan,’’ terang Sari yang baru kali ini merebut gelar.

Alim Suseno, pelatih BJB, juga sangat terbantu dengan keberadaan Wilda di tim. ’’Dia senior dan panutan bagi tim,’’ katanya. Saking pentingnya peran Wilda bagi klub dan tim nasional, Alim menyebut pemain kelahiran 7 Februari 1995 itu ’’tak boleh sakit’’. ’’Dia harus ada dalam tim (di klub maupun timnas). Kalau sakit, gampang, ada terapis. Apotek juga masih buka,’’ ucap Alim, lantas tertawa.

Setiap tim tentu ingin ke final. Dan, untuk ke partai puncak butuh ’’password’’. Karena itu, tawaran selalu berdatangan ke Wilda di tiap musim. Musim 2023 ini, misalnya. Selain BJB, sebenarnya ada beberapa tim yang sempat mengontak Wilda.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore